Belum optimalnya kecepatan tendangan mawashi geri pada atlet Dojo Swadarma Jakarta Selatan Pesanggrahan. Berdasarkan hasil tes awal, rata-rata kecepatan tendangan sebesar 3,20 detik yang menunjukkan sebagian besar atlet berada pada kategori cukup dan kurang. Kecepatan tendangan merupakan salah satu komponen penting dalam pertandingan karate untuk memperoleh poin, sehingga diperlukan metode latihan yang tepat untuk meningkatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan resistance band terhadap kecepatan tendangan mawashi geri pada atlet Dojo Swadarma Jakarta Selatan Pesanggrahan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 15 atlet yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes kecepatan tendangan mawashi geri dengan alat ukur stopwatch, dimana atlet melakukan tendangan sebanyak 3 kali secepat mungkin dan diberikan kesempatan 3 kali. Analisis data menggunakan uji paired sample t test dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan tendangan pada pretest sebesar 3,20 detik dan pada posttest sebesar 1,83 detik, sehingga terjadi peningkatan kecepatan tendangan mawashi geri. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan metode latihan resistance band terhadap kecepatan tendangan mawashi geri. Kesimpulan penelitian ini adalah metode latihan resistance band berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kecepatan tendangan mawashi geri pada atlet karate. Kelebihan penelitian ini terletak pada penggunaan metode latihan yang spesifik dan mudah diterapkan, sedangkan keterbatasannya adalah jumlah sampel yang terbatas dan tidak menggunakan kelompok kontrol.