Surya Rezeki Sitompul
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh HIIT Tipe II terhadap Optimalisasi Ketahanan pada Pemain Futsal Amatir Muda Surya Rezeki Sitompul; Ika Yulianingsih; Muhammad Naufal Fajriansyah
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 11 No 1 (2025): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v11i1.24780

Abstract

Surmising non-classroom activities like playing futsal, overall sports competence is largely contingent upon the individual’s physical performance and capacity, particularly their cardiovascular endurance (Vo₂Max) fitness level. For the initial Bleep Test, participants had a rather low average Vo₂Max of 34.9 ml/kg/min. This is explained due to insufficient training periods or volume, inadequate equipment, and unrealistic progression expectations. This study aims to develop motor endurance in students through physical activity. The study uses a pre-experimental design and a single pretest-posttest group design. There were 18 subjects of the study who were active participants in futsal extracurricular activities in the school, aged 15-16 years old. Saturated sampling technique is used to take samples from the entire population. The measurement of Vo₂Max was done using the Bleep Test before and after the exercise intervention to estimate the effectiveness of the program. Type II exercise (HIIT) is proven to have a significant effect. This decision is supported by a t-test value of 15.942, greater than the t-table value of 2.110 at a 5% significance level, and the 0.000 value for significance, which is less than 0.05. Thus, it has been proved that HIIT Type II exercises improve Vo2Max. This study has practical implications as it suggests a workable and quantifiable exercise program to improve adolescent biomotor endurance. This supports the proof that HIIT Type II is an effective exercise method, and it can be incorporated into non-educational school programs as a straightforward way to address the problem of poor aerobic capacity. 
PENGARUH MEDIA TARGET TERHADAP AKURASI SHOOTING DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA DI SSB PELITA JAYA Muhammad Sheva Luis Figo Wakang; M. Ishaq Gery; Surya Rezeki Sitompul
JOURNAL SPORTINDO Vol. 5 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya akurasi shooting pemain sepak bola akibat kurangnya variasi metode latihan dan belum optimalnya penggunaan media latihan menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media target terhadap akurasi shooting pada pemain sepak bola. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain SSB Pelita Jaya usia 13–14 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes akurasi shooting, di mana pemain melakukan 10 kali percobaan menendang bola ke arah gawang dengan media target, dan skor ditentukan berdasarkan ketepatan mengenai sasaran. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada akurasi shooting, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 24,00 meningkat menjadi 38,10 pada posttest dengan selisih peningkatan sebesar 14,10 atau meningkat 58,75%. Uji hipotesis menggunakan paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan dari penggunaan media target terhadap peningkatan akurasi shooting. Dengan demikian, penggunaan media target efektif dalam meningkatkan akurasi shooting pemain sepak bola.
PENGARUH METODE LATIHAN RESISTANCE BAND TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN MAWASHI GERI KARATE PADA ATLET DOJO SWADARMA JAKARTA SELATAN PESANGGRAHAN Yazid Rizki Yazid; Taufik Yudi Mulyanto; Surya Rezeki Sitompul
JOURNAL SPORTINDO Vol. 5 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belum optimalnya kecepatan tendangan mawashi geri pada atlet Dojo Swadarma Jakarta Selatan Pesanggrahan. Berdasarkan hasil tes awal, rata-rata kecepatan tendangan sebesar 3,20 detik yang menunjukkan sebagian besar atlet berada pada kategori cukup dan kurang. Kecepatan tendangan merupakan salah satu komponen penting dalam pertandingan karate untuk memperoleh poin, sehingga diperlukan metode latihan yang tepat untuk meningkatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan resistance band terhadap kecepatan tendangan mawashi geri pada atlet Dojo Swadarma Jakarta Selatan Pesanggrahan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 15 atlet yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes kecepatan tendangan mawashi geri dengan alat ukur stopwatch, dimana atlet melakukan tendangan sebanyak 3 kali secepat mungkin dan diberikan kesempatan 3 kali. Analisis data menggunakan uji paired sample t test dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan tendangan pada pretest sebesar 3,20 detik dan pada posttest sebesar 1,83 detik, sehingga terjadi peningkatan kecepatan tendangan mawashi geri. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan metode latihan resistance band terhadap kecepatan tendangan mawashi geri. Kesimpulan penelitian ini adalah metode latihan resistance band berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kecepatan tendangan mawashi geri pada atlet karate. Kelebihan penelitian ini terletak pada penggunaan metode latihan yang spesifik dan mudah diterapkan, sedangkan keterbatasannya adalah jumlah sampel yang terbatas dan tidak menggunakan kelompok kontrol.