Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effect EFFECT OF CROP SPACING AND INORGANIC FERTILIZER DOSAGE ON PURPLE EGGPLANT PRODUCTION Dora Nurshanti; Etha Widya Pramesti Aldha; Yulhasmir
Agriculture Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v21i1.10982

Abstract

ABSTRACT The purple eggplant (Solanum melongena L.) is a vegetable crop belonging to the Solanaceae family. Managing planting spacing and applying adequate, balanced inorganic NPK fertilizer are cultivation techniques that can support plant growth and production. This study was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, University of Baturaja, Ogan Komering Ulu Regency, from November 2025 to January 2026. The materials used were 'Yupita F1' variety purple eggplant seeds and NPK fertilizer. A Factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors was employed. The first factor consisted of three planting spacing levels: J1 = 50 x 70 cm, J2 = 60 x 70 cm, and J3 = 70 x 70 cm. The second factor consisted of three NPK fertilizer dosages: P1 = 100 kg/ha, P2 = 200 kg/ha, and P3 = 300 kg/ha. Observed variables included time to flowering, shoot fresh weight, shoot dry weight, fruit weight per plant, fruit length per plant, and number of fruits per plant. Data were analyzed using the F-test and the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% level. A planting spacing of 60 x 70 cm was the best treatment for purple eggplant growth and production. An NPK fertilizer dosage of 200 kg/ha was the best dosage for purple eggplant growth and production. Keyword: water, nutrients, competition, sunlight, plants
PENGARUH NAUNGAN DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI  SELEDRI (Apium graveolens L.): Shade Effect and NPK Fertilizer Dosage on the Growth and Production of Celery (Apium graveolens L.) Dora Nurshanti; Dicky Yahya Sirait; Firnawati Sakalena
Enviagro: Jurnal Pertanian dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2026): Enviagro
Publisher : Program Studi S2 Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/k65dm810

Abstract

ABSTRAK Seledri (Apium graveolens L) merupakan tanaman sayuran dari Famili Apiaceae, daunnya digunakan sebagai bahan penyedap dan ekstrak minyaknya dimanfaatkan dalam bidang pengobatan.  Seledri sangat baik dibudidayakan di dataran tinggi dengan ketinggian 1.000-1.200 m dpl, sehingga apabila dibudidayakan di dataran rendah memerlukan modifikasi iklim mikro dan manipulasi lingkungan.   Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan pemberian naungan.  Selain faktor intensitas cahaya, suhu dan kelembaban, pupuk juga merupakan faktor yang berperan penting bagi pertumbuhan tanaman.  Penelitan ini dilaksanakan dari Bulan Desember-Juni 2025 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih seledri Varietas Amigo F1, pupuk NPK, polybag, dan pupk kotoran ayam.  Alat yang digunakan meliputi: kamera, klorofil meter, oven.  Metode penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari petak utama perlakuan naungan dengan 3 taraf yaitu N0 = tanpa naungan, N1 = naungan dengan kisaran 51%-60% dan N2 = naungan dengan kisaran 61%-70% dan anak petak perlakuan dosis pupuk NPK dengan 3 taraf yaitu P1 = 1,4 g/polybag, P2 = 2,4 g/polybag dan P3 = 3,4 g/polybag, diulang sebayak 3 kali.  Hasil penelitian menunjukkan perlakuan naungan dengan kisaran 51%-60% dan dosis pupuk NPK 2,4 g/polybag merupakan perlakuan cenderung lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri.