Mahasiswa yang berada pada rentang usia 18–25 tahun merupakan kelompok usia dewasa awal yang menghadapi berbagai tuntutan akademik maupun nonakademik. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pola konsumsi, tingkat aktivitas fisik, dan pada akhirnya berdampak pada status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan makronutrien dan aktivitas fisik dengan status gizi pada mahasiswa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 235 mahasiswa dipilih sebagai sampel dari total populasi 587 mahasiswa tahun ajaran 2024/2025 menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki status gizi normal (72,3%). Sebagian besar mahasiswa memiliki asupan karbohidrat yang tergolong kurang, yaitu sebesar 92,2% pada laki-laki dan 89,9% pada perempuan. Asupan protein yang kurang ditemukan pada 54,5% mahasiswa laki-laki, sedangkan hampir setengah mahasiswa perempuan (47,5%) memiliki asupan protein yang cukup. Selain itu, asupan lemak yang kurang dijumpai pada 53,2% mahasiswa laki-laki dan 47,5% mahasiswa perempuan. Dari sisi aktivitas fisik, sebanyak 59,6% responden termasuk dalam kategori aktivitas fisik ringan. Analisis bivariat menunjukkan bahwa asupan karbohidrat, protein, lemak, dan aktivitas fisik berhubungan secara signifikan dengan status gizi mahasiswa (p<0,05). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pemenuhan kebutuhan makronutrien yang seimbang disertai aktivitas fisik yang memadai berkontribusi dalam mempertahankan status gizi yang optimal pada mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, mahasiswa perlu meningkatkan kecukupan asupan makronutrien dan melakukan aktivitas fisik secara teratur sebagai upaya mempertahankan status gizi yang normal.