Kebiasaan menggunakan minyak goreng secara berulang (minyak jelantah) masih lumrah dijumpai di tingkat rumah tangga karena alasan efisiensi ekonomi dan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai risiko kesehatan. Padahal, konsumsi minyak jelantah memicu radikal bebas yang berisiko mengganggu absorpsi gizi dan menghambat tumbuh kembang anak (stunting). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap Kader Posyandu mengenai risiko penggunaan minyak jelantah pada tumbuh kembang anak. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Olat Rarang, Desa Labuhan Sumbawa dengan sasaran 16 orang Kader Posyandu. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif menggunakan media salindia (slide presentation) dan leaflet, yang dikombinasikan dengan demonstrasi fisik parameter kerusakan minyak. Evaluasi program menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil kegiatan menunjukkan sebelum intervensi, mayoritas kader memiliki pengetahuan kategori kurang (56,25%) dan sikap kategori negatif (75,0%). Pasca-edukasi, terjadi peningkatan kapasitas yang signifikan, di mana 87,5% kader meraih kategori pengetahuan baik (skor meningkat dari 50,00 menjadi 95,00; p=0,000) dan 93,75% kader bergeser ke kategori sikap positif (skor meningkat dari 55,00 menjadi 85,00; p=0,000). Keunikan kegiatan ditunjukkan dengan tingginya antusiasme serta inisiatif kader melakukan demonstrasi mandiri (peer education). Sehingga dapat disimpulkan bahwa program edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman kognitif dan kesadaran afektif kader. Kader posyandu diharapkan dapat mengimplementasikan hasil edukasi ini sebagai materi penyuluhan rutin bagi ibu balita demi mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak di tingkat desa.