Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Psikoedukasi Art Therapy Melukis Bebas Sebagai Upaya Peningkatan Mood Pasien Rawat Inap Jiwa di Soerojo Hospital Magelang Annisa Mufti Hapsari; Sabila Azka Khairani; Wahyu Chandra Ullifa; Sri Wahyu Andayani; Fikrotul Hanifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1597

Abstract

Gangguan jiwa merupakan permasalahan kesehatan global yang berdampak pada jutaan individu, termasuk pasien rawat inap di rumah sakit jiwa yang rentan mengalami penurunan mood dan keterbatasan dalam mengekspresikan emosi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan mood positif pasien rawat inap Bangsal Lily 11 Soerojo Hospital Magelang melalui psikoedukasi yang mengintegrasikan art therapy melukis bebas, sekaligus memfasilitasi ekspresi emosi dan memberikan pengalaman terapeutik yang relaksatif. Mitra pengabdian adalah empat pasien wanita dewasa (usia 18-50 tahun) yang berada dalam kondisi kooperatif. Kegiatan dilaksanakan pada 27 April 2026 selama ±50 menit, meliputi pembukaan, pre-test, psikoedukasi mengenai mood dan art therapy, praktik melukis bebas menggunakan kanvas dan cat air, post-test, serta penutupan. Perubahan mood diukur menggunakan alat ukur sederhana yang mengadaptasi dimensi dari Four Dimension Mood Scale (FDMS) dan diperkuat dengan observasi langsung. Hasil menunjukkan bahwa tiga dari empat peserta mengalami perubahan mood ke arah yang lebih positif setelah intervensi, antara lain peningkatan semangat, munculnya perasaan optimis, serta kemampuan mengekspresikan emosi secara nonverbal melalui lukisan. Satu peserta belum menunjukkan perubahan mood yang signifikan, namun mampu duduk fokus selama proses melukis. Temuan ini menegaskan bahwa psikoedukasi art therapy melukis bebas berpotensi menjadi modalitas pendukung yang efektif dalam rehabilitasi psikososial pasien rawat inap jiwa, sehingga disarankan untuk diterapkan secara rutin dengan jumlah sesi dan peserta yang lebih banyak