Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Pemantauan Status Gizi Ibu Hamil melalui Pengukuran Lila di Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya Enung Rohimah; Gunarmi Gunarmi; Shandy Wigya Mahanani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1614

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi masyarakat di Indonesia, dengan prevalensi nasional 16,9% dan risiko KEK sekitar 22% di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari, Kota Tasikmalaya. Deteksi dini dilakukan melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), namun studi pendahuluan menemukan 40% data hasil pengukuran kader tidak sesuai saat diverifikasi ulang oleh tenaga gizi. Hal ini menunjukkan tingginya kesalahan teknis dan perlunya peningkatan keterampilan kader secara spesifik. Kegiatan pengabdian ini memiliki urgensi untuk mencegah kesalahan sasaran intervensi gizi dengan bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam melakukan pengukuran LILA secara terstandar. Kebaruan kegiatan ini terletak pada pendekatan pendampingan partisipatif (participatory mentoring) yang memadukan video edukasi ber-HAKI (durasi 1 menit 9 detik), diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung (real-time feedback) pada ibu hamil sasaran. Kegiatan melibatkan 20 kader dari tiga kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari. Evaluasi keterampilan dilakukan melalui observasi langsung terhadap 12 langkah prosedur operasional standar pengukuran LILA. Hasil menunjukkan seluruh peserta (100%) menyelesaikan pelatihan, dengan 90% kader mencapai kategori Sangat Terampil dan 10% Terampil, sehingga target indikator keberhasilan (≥80%) tercapai. Langkah yang paling banyak memerlukan penguatan adalah memposisikan lengan ibu dan membaca hasil pengukuran dengan presisi (80% ketepatan). Disimpulkan bahwa pelatihan partisipatif berbasis visual dan praktik berulang di lapangan sangat efektif meningkatkan akurasi keterampilan kader. Direkomendasikan adanya pembinaan berkala serta penetapan SOP permanen oleh Puskesmas.
Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan Media Leaflet dan Video Animasi pada Remaja Putri Susar Farasty; Gunarmi Gunarmi; Shandy Wigya Mahanani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1646

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi pada perempuan di Indonesia. Deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sangat penting dilakukan sejak masa remaja untuk menumbuhkan kebiasaan positif dan mencegah keterlambatan diagnosis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam melakukan SADARI menggunakan kombinasi media leaflet dan video animasi. Sasaran kegiatan adalah 52 siswi kelas VII-IX di SMP Negeri 5 Satu Atap Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, pemutaran video animasi berdurasi 4 menit 29 detik, pembagian leaflet, demonstrasi menggunakan phantom payudara, serta praktik mandiri terbimbing. Hasil evaluasi psikomotorik menunjukkan tingkat keterampilan peserta pasca-edukasi sangat baik, di mana sebagian besar siswi berkategori sangat terampil dan sisanya berkategori terampil. Seluruh langkah visual dasar ditiru dengan tepat, sementara teknik rabaan palpasi melingkar dan area ketiak masih memerlukan latihan berkala. Kombinasi video animasi dan leaflet menunjukkan hasil yang baik dalam mendukung peningkatan keterampilan klinis mandiri bagi remaja putri.