Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Effect of Husband Support and Economic Status Level on Exclusive Breastfeeding Maria Oktaviana Mamoh; Gunarmi Gunarmi; Juda Julia Kristiarini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i2.1111

Abstract

The main problem of low exclusive breastfeeding in Indonesia is the influence of socio-cultural factors and lack of knowledge of pregnant women, families, and communities. This study aims to determine the effect of husband support and economic status level on exclusive breastfeeding. This research is quantitative with a cross-sectional approach where this design emphasizes the time of data measurement and observation of both variables. The sample of this study amounted to 57 respondents. The results of the study found that H1 received showed the influence of husband support on exclusive breastfeeding, H2 received showed the power of the level of economic status on exclusive breastfeeding, H3 received husband support and the level of financial quality simultaneously or jointly affected the dependent variable, namely exclusive breastfeeding. It can be concluded that husband support has a natural effect on partial exclusive breastfeeding, the influence of the level of economic status on exclusive breastfeeding, and husband support and the level of financial quality affect exclusive breastfeeding
The Effect of Husband Support and Economic Status Level on Exclusive Breastfeeding Maria Oktaviana Mamoh; Gunarmi Gunarmi; Juda Julia Kristiarini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v12i2.1111

Abstract

The main problem of low exclusive breastfeeding in Indonesia is the influence of socio-cultural factors and lack of knowledge of pregnant women, families, and communities. This study aims to determine the effect of husband support and economic status level on exclusive breastfeeding. This research is quantitative with a cross-sectional approach where this design emphasizes the time of data measurement and observation of both variables. The sample of this study amounted to 57 respondents. The results of the study found that H1 received showed the influence of husband support on exclusive breastfeeding, H2 received showed the power of the level of economic status on exclusive breastfeeding, H3 received husband support and the level of financial quality simultaneously or jointly affected the dependent variable, namely exclusive breastfeeding. It can be concluded that husband support has a natural effect on partial exclusive breastfeeding, the influence of the level of economic status on exclusive breastfeeding, and husband support and the level of financial quality affect exclusive breastfeeding
Gempita Anemia: Gerakan Makan Pisang dan Tablet Fe untuk Atasi Anemia Pada Ibu Hamil di Desa Tepin Resep Wilayah Puskesmas Babahbuloh Kabupaten Aceh Utara Hartati Hartati; Gunarmi Gunarmi; Riska Ismawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.3929

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 7 November 2025 di Desa Tepin Resep, Wilayah Puskesmas Babahbuloh, Kabupaten Aceh Utara, dengan sasaran sebanyak 30 ibu hamil. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko anemia pada ibu hamil yang dapat menyebabkan kelelahan, gangguan pertumbuhan janin, serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dalam mencegah anemia melalui inovasi GEMPITA Anemia (Gerakan Makan Pisang dan Tablet Fe) yang memadukan suplementasi medis dengan pemanfaatan pangan lokal. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan langsung menggunakan media leaflet disertai demonstrasi sederhana pengolahan berbahan dasar pisang, dengan intervensi utama berupa anjuran konsumsi dua buah pisang setiap hari yang kaya zat besi, vitamin C, dan asam folat, serta konsumsi satu tablet Fe secara rutin. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, yaitu dari 73,4% ibu hamil dengan kategori pengetahuan kurang sebelum edukasi menjadi 90,0% ibu hamil dengan kategori pengetahuan baik setelah edukasi. Kesimpulannya, program GEMPITA Anemia mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan pencegahannya serta berpotensi membentuk kebiasaan baru yang berkelanjutan dalam penerapan pola “dua pisang dan satu tablet Fe” sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendukung kesehatan ibu dan janin di Desa Tepin Resep.
Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Pemantauan Status Gizi Ibu Hamil melalui Pengukuran Lila di Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya Enung Rohimah; Gunarmi Gunarmi; Shandy Wigya Mahanani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1614

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi masyarakat di Indonesia, dengan prevalensi nasional 16,9% dan risiko KEK sekitar 22% di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari, Kota Tasikmalaya. Deteksi dini dilakukan melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), namun studi pendahuluan menemukan 40% data hasil pengukuran kader tidak sesuai saat diverifikasi ulang oleh tenaga gizi. Hal ini menunjukkan tingginya kesalahan teknis dan perlunya peningkatan keterampilan kader secara spesifik. Kegiatan pengabdian ini memiliki urgensi untuk mencegah kesalahan sasaran intervensi gizi dengan bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam melakukan pengukuran LILA secara terstandar. Kebaruan kegiatan ini terletak pada pendekatan pendampingan partisipatif (participatory mentoring) yang memadukan video edukasi ber-HAKI (durasi 1 menit 9 detik), diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung (real-time feedback) pada ibu hamil sasaran. Kegiatan melibatkan 20 kader dari tiga kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari. Evaluasi keterampilan dilakukan melalui observasi langsung terhadap 12 langkah prosedur operasional standar pengukuran LILA. Hasil menunjukkan seluruh peserta (100%) menyelesaikan pelatihan, dengan 90% kader mencapai kategori Sangat Terampil dan 10% Terampil, sehingga target indikator keberhasilan (≥80%) tercapai. Langkah yang paling banyak memerlukan penguatan adalah memposisikan lengan ibu dan membaca hasil pengukuran dengan presisi (80% ketepatan). Disimpulkan bahwa pelatihan partisipatif berbasis visual dan praktik berulang di lapangan sangat efektif meningkatkan akurasi keterampilan kader. Direkomendasikan adanya pembinaan berkala serta penetapan SOP permanen oleh Puskesmas.
Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan Media Leaflet dan Video Animasi pada Remaja Putri Susar Farasty; Gunarmi Gunarmi; Shandy Wigya Mahanani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1646

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi pada perempuan di Indonesia. Deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sangat penting dilakukan sejak masa remaja untuk menumbuhkan kebiasaan positif dan mencegah keterlambatan diagnosis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam melakukan SADARI menggunakan kombinasi media leaflet dan video animasi. Sasaran kegiatan adalah 52 siswi kelas VII-IX di SMP Negeri 5 Satu Atap Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, pemutaran video animasi berdurasi 4 menit 29 detik, pembagian leaflet, demonstrasi menggunakan phantom payudara, serta praktik mandiri terbimbing. Hasil evaluasi psikomotorik menunjukkan tingkat keterampilan peserta pasca-edukasi sangat baik, di mana sebagian besar siswi berkategori sangat terampil dan sisanya berkategori terampil. Seluruh langkah visual dasar ditiru dengan tepat, sementara teknik rabaan palpasi melingkar dan area ketiak masih memerlukan latihan berkala. Kombinasi video animasi dan leaflet menunjukkan hasil yang baik dalam mendukung peningkatan keterampilan klinis mandiri bagi remaja putri.
Edukasi Meminum Obat Cacing dan Tablet Tambah Darah pada Anak Sekolah Dasar Negeri Tatah Belayung Baru Desa Tatah Belayung Baru Nurhadiah Nurhadiah; Juda Julia Kristiarini; Gunarmi Gunarmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1682

Abstract

Latar Belakang : Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan regulasi pencegahan penyakit infeksi parasit melalui Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Kecacingan. Implementasi operasional dari kebijakan ini diwujudkan melalui program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan. Berdasarkan survey awal wawancara dengan kurang lebih 5 murid setiap perwakilan kelas rata-rata murid menyatakan menerima obat cacing tersebut namun tidak meminumnya. Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi tentang meminum obat cacing dan TTD yang dibagikan. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan anak tentang manfaat obat cacing dan TTD yang dibagikan rutin pada bulan Februari dan Agustus serta meningkatkan motivasi anak untuk mengkonsumsi obat cacing dan TTD. Hasil : Penilaian akhir melalui post test setelah pemberian materi menunjukkan meningkatnya  pemahaman yang sangat signifikan di antara seluruh peserta. Murid dengan tingkat pengetahuan kategori kurang berhasil ditekan hingga tidak ada sama sekali (0%), sementara kategori cukup menjadi 37%, dan kategori baik meningkat drastis hingga mencapai 63%. Kesimpulan:  Keberhasilan peningkatan pengetahuan lebih dari dua kali lipat ini membuktikan efektivitas metode ceramah  interaktif, diskusi kelompok, penggunaan media visual, serta pembagian buku saku dalam membantu siswa memahami informasi secara optimal.
Edukasi Gizi Seimbang dan Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Bayi Berat Lahir Rendah Rahmalia Ikawati; Gunarmi Gunarmi; Yustina Ananti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 7 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i7.5006

Abstract

Bayi  Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap tingginya morbiditas dan mortalitas neonatal. Salah satu faktor risiko utama terjadinya BBLR adalah anemia pada ibu hamil yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan mengenai gizi seimbang dan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe. Hasil observasi di Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, menunjukkan bahwa dari 23 ibu hamil yang terdata, sebanyak 14 ibu (60,8%) mengalami anemia, dan berdasarkan hasil observasi lapangan ditemukan bahwa pengetahuan ibu hamil mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan masih perlu ditingkatkan, terutama terkait keseimbangan zat gizi, pemenuhan zat besi, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe; data 23 ibu hamil tersebut merupakan data observasi awal yang digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan di wilayah Desa Singopuran, sedangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat selanjutnya dilaksanakan dengan melibatkan 25 ibu hamil sebagai peserta kegiatan, Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta media leaflet dan e-leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, ditandai dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dan sangat baik dari 68% sebelum edukasi menjadi 100% setelah edukasi. Kategori sangat baik meningkat dari 24% menjadi 72%, sedangkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 76,00 menjadi 92,80. Peningkatan pengetahuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi berpotensi mendukung upaya pencegahan BBLR melalui peningkatan pemahaman ibu hamil mengenai gizi seimbang dan pencegahan anemia.