Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi HIV/AIDS sebagai Upaya Membangun Generasi Sehat, Peduli, dan Bebas Stigma di Kelurahan Panggungjati, Kota Serang Lesi Lesiani; Surya Alam; Andika Cahaya Purnama; Khaerun Nufus; Sumyanah Sumyanah; Fitriah Fitriah; M Esa Ardiansyah; Dini Fitriani Putri; Khaerudin Khaerudin; Nova Lestari; Peni Wandira; Adha Adha; Dina Lorensa; Bella Safitri; Risma Amelia; M Ferdiansyah; Marisah Marisah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1662

Abstract

Kasus HIV/AIDS di Kota Serang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang diperparah oleh rendahnya literasi kesehatan dan masih adanya stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi HIV/AIDS di Kelurahan Panggungjati, Kota Serang. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai HIV/AIDS, mekanisme penularan, upaya pencegahan, deteksi dini, pengobatan, serta pentingnya mengurangi stigma terhadap ODHIV. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan (health education) melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui observasi, lembar evaluasi peserta, dan refleksi bersama mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) mengikuti kegiatan hingga selesai. Sebanyak 8 peserta mengajukan pertanyaan dan 3 peserta memberikan tanggapan dalam sesi diskusi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta menilai materi sangat sesuai dengan kebutuhan dan sangat bermanfaat, 75% menyatakan materi sangat jelas, 75% sangat paham, dan 75% sangat puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi dengan pendekatan pendidikan kesehatan interaktif dapat diterima dengan baik sebagai media edukasi HIV/AIDS di tingkat komunitas. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan tenaga kesehatan dalam mendukung promosi kesehatan serta upaya pengurangan stigma terhadap ODHIV.