Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Perencanaan Majemen Proyek Pekerjaan Konstruksi Penataan Kawasan Malalayang dan Bunaken Tahap 2 Agra Putra Malawendo Samau; Mycle Marcelino Wala; Helen Grace Mantiri
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i8.2860

Abstract

Agra Putra Malawendo Samau, 2026. Tinjauan Perencanaan Manajemen Proyek Pekerjaan Konstruksi Penataan Kawasan Malalayang dan Bunaken Tahap 2 (dibimbing oleh : Mycle Marcelino Wala, ST.,MT dan Helen Grace Mantiri, S.T., M.T) Salah satu proyek konstruksi yang memerlukan perencanaan manajemen proyek yang baik adalah pekerjaan penataan kawasan wisata. Penataan kawasan wisata yang terencana dengan baik dapat meningkatkan daya tarik wisata, mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, serta menciptakan lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kembali perencanaan biaya dan waktu pelaksanaan pada Proyek Pekerjaan Konstruksi Penataan Kawasan Malalayang dan Bunaken Tahap 2. Perencanaan biaya dilakukan menggunakan Standar Satuan Harga Belanja (SSHB) Kota Manado tahun 2023 yang meliputi upah tenaga kerja, harga bahan dan material, serta biaya sewa peralatan. Selanjutnya dilakukan perhitungan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 1 Tahun 2022, sedangkan perencanaan waktu pelaksanaan disusun menggunakan metode Kurva S.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperoleh Rp 110.447.089,00 lebih besar dibandingkan dengan RAB pada perencanaan awal Rp 107.757.997,00 Perbedaan tersebut disebabkan oleh penggunaan beberapa harga satuan dasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan perencanaan sebelumnya. Selain itu, hasil perencanaan waktu menunjukkan durasi pelaksanaan yang lebih singkat yaitu dari 245 hari kerja menjadi 231 hari kerja karena adanya optimalisasi urutan pekerjaan, pemanfaatan aktivitas yang dapat dilaksanakan secara paralel, serta penyusunan jadwal yang lebih efisien berdasarkan hasil analisis.
Tinjauan Perencanaan Struktur Atas Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Manado dengan Analisis Respons Spektrum Berbasis ETABS Adolpin Paulina Meran Tarelluan; Seska Nicolaas; Helen Grace Mantiri
Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juprit.v5i3.6951

Abstract

The Public Health Laboratory building in Manado stands in an area with a mapped short-period spectral acceleration of 1.1415 g, so its superstructure has to be checked against the seismic provisions currently in force. This study re-examines the columns, beams, and floor slabs of the two-storey reinforced concrete frame through a three-dimensional model built in ETABS Ultimate v19.1.0. Seismic demand was taken from modal response spectrum analysis following SNI 1726:2019 for site class SD, with SDS of 0.794 g and SD1 of 0.6612 g. The frame uses 25 MPa concrete and 420 MPa reinforcement, with 450 mm square columns, 300 mm by 600 mm main beams, and a 120 mm slab. The fundamental period of 0.367 second stays under the 0.414 second upper bound, and cumulative modal mass passes 90 percent as early as the fourth mode. Flexural steel demand is governed almost everywhere by the minimum area of 542 square millimetres, peaking at 969 square millimetres in the 7.0 metre span. Three items remain unresolved: the slab is thinner than the code minimum for the largest panel, the drift output reads exactly zero and was replaced by an analytical estimate of 11.2 millimetres against a 40 millimetre limit, and second-floor joints on grids F to I return a capacity ratio of 1.48. A hand check shows that 500 millimetre columns with eight 25 millimetre bars bring that ratio down to 0.85.