Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementation of Phase F Learning in Kurikulum Merdeka: How Well Students Able to Analyze Text? Kustini, Titin; Ilyas, Rahma
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.10431

Abstract

"Kurikulum Merdeka" allows teachers to choose the material they find necessary to teach in class. Phase F is a learning phase for grades 11 and 12 at vocational/senior high schools, with the final learning outcome that students should have standard competence in spoken, written, and visual English to communicate according to the situation, purpose, and audience/reader. In this phase, various texts can be used as the main learning material, as they can help students improve their vocabulary, grammar, interpretation, and ability to analyze and produce texts. However, many students face challenges with their basic English skills. A study was conducted to assess students' abilities in analyzing text, specifically analytical exposition texts. Fourteen students majoring in software engineering were involved in the qualitative descriptive study, and data was collected through observation and assessment. Students were required to analyze the text and record it as videos, aiming to increase their technological literacy through mastery of various applications such as Bandicam.The research findings revealed that students showed very good ability in analyzing the generic structure of the text, but struggled with analyzing language features like simple present tense, conjunctions, and terms related to the context. On the positive side, students demonstrated strong technological literacy as they were able to master various video-making applications.
Akses dan Inklusivitas Pendidikan Tinggi: Aspirasi Siswa SLB di Wilayah Urban dan Rural Kustini, Titin; Nurhidayah, Yayah; Ilyas, Rahma; Nisa, Zahrotun; Apriani, Awaliyah Nur; Hindiasari, Gina
Papanda Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Paguyuban Panalungtik Sunda (Papanda)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/pjcs.v2i2.2824

Abstract

Pengabdian ini bertujuan mendokumentasikan kebutuhan dan aspirasi siswa disabilitas dalam mengakses pendidikan tinggi, sekaligus mengidentifikasi hambatan yang dihadapi. Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik diskusi kelompok terfokus (FGD), kegiatan ini melibatkan guru dan siswa di dua Sekolah Luar Biasa (SLB) yang mewakili daerah urban dan rural. Hasil FGD menunjukkan adanya aspirasi kuat dari siswa disabilitas untuk melanjutkan pendidikan, khususnya ke program vokasi yang relevan dengan minat dan bakat mereka. Kendati demikian, terdapat kesenjangan signifikan antara aspirasi dan realitas. Kedua SLB menghadapi tantangan ganda, yaitu kurangnya akses pendidikan tinggi yang ramah disabilitas, khususnya perguruan tinggi di daerahnya, untuk mengakomodasi keterbatasan kemampuan siswa disabilitas yang mayoritas harus didampingi keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya menuntut akses fisik, tetapi juga kesetaraan informasi dan dukungan sistem. Sebagai luaran, pengabdian ini merekomendasikan perlunya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah, membuka akses perguruan tinggi lokal yang ramah disabilitas, menyediakan jurusan vokasi inklusif, dan menjalin komunikasi secara berkelanjutan dengan SLB baik di wilayah urban maupun rural untuk keberhasilan pendidikan inklusif.