Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi sosial guru, penerapan etika profesi, serta penanganan konflik siswa di SMP Negeri 1 Ende berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap interaksi guru dan siswa di lingkungan sekolah serta wawancara dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan beberapa siswa. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial guru dan siswa berlangsung secara positif melalui sikap ramah, penggunaan bahasa yang santun, bahasa tubuh yang mengayomi, serta komunikasi informal yang menunjukkan kepedulian terhadap kondisi siswa. Dalam penanganan konflik, guru BK menerapkan etika profesi melalui identifikasi masalah secara sistematis, sikap netral sebagai mediator, komunikasi yang adil dengan mendengarkan seluruh pihak yang terlibat, serta pemberian solusi yang lebih menekankan pembinaan daripada hukuman. Penanganan konflik juga didukung oleh kolaborasi antara guru BK, guru mata pelajaran, dan orang tua siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi sosial yang positif dan penerapan etika profesi guru berperan penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, membangun hubungan harmonis antara guru dan siswa, serta mendukung penyelesaian konflik secara edukatif dan berorientasi pada perkembangan karakter peserta didik.