p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indo Green Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Frekuensi Aktivitas Seksual terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini di Kamar Bersalin Puskesmas Kotaanyar Briana Elvira Afriliandhani; Kiswati Kiswati; I Gusti Ayu K
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.755

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan komplikasi kehamilan yang meningkatkan risiko infeksi maternal dan neonatal, persalinan prematur, serta morbiditas dan mortalitas perinatal. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan KPD adalah frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga kehamilan yang dapat meningkatkan rangsangan kontraksi uterus dan tekanan pada serviks. Menganalisis hubungan frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Ruang Bersalin Puskesmas Kotaanyar. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 77 ibu bersalin yang dipilih menggunakan accidental sampling. Variabel independen adalah frekuensi aktivitas seksual (skala ordinal), sedangkan variabel dependen adalah kejadian KPD (skala nominal). Data dikumpulkan melalui wawancara dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Sebanyak 40 responden (51,9%) melakukan aktivitas seksual kategori sering dan 38 responden (49,4%) mengalami KPD. Pada kelompok aktivitas seksual sering, 28 responden (70,0%) mengalami KPD, sedangkan pada kelompok jarang hanya 10 responden (27,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga dengan kejadian KPD. Frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga berhubungan signifikan dengan kejadian KPD. Edukasi mengenai aktivitas seksual yang aman selama kehamilan perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan KPD.
Hubungan Usia Ibu Hamil dengan Kejadian Abortus di Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo Winggar Prawisti; Kiswati Kiswati; Jenie Palupi; Erni Subiastutik
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.757

Abstract

Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi penyebab tingginya morbiditas ibu. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian abortus adalah usia ibu hamil. Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi dibandingkan usia reproduksi sehat (20–35 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan kejadian abortus di Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan case-control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kotaanyar tahun 2025. Total sampel adalah 70 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medik ibu hamil periode Januari-Desember 2025. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36 ibu hamil usia risiko tinggi (51,4%) mengalami abortus dan 34 ibu hamil usia resiko rendah (48,6%) tidak mengalami abortus . Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dengan kejadian abortus. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dengan kejadian abortus di Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi, deteksi dini kehamilan berisiko, serta kualitas pelayanan Antenatal Care (ANC) untuk menurunkan kejadian abortus.
Hubungan Status Gizi pada Ibu Hamil dengan Kejadian Berat Badan Bayi Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo Ria Supriatin; Sugijati Sugijati; Sri Winarni; Kiswati Kiswati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.788

Abstract

Data di wilayah kerja Puskesmas Kotaanyar tahun 2025 menunjukkan terdapat 64 ibu hamil dengan status gizi KEK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 ibu melahirkan bayi dengan berat badan normal dan 4 ibu melahirkan bayi dengan BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi pada ibu hamil dengan kejadian berat badan bayi lahir di Puskesmas Kotaanyar, kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain korelasi melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 52 ibu hamil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar ceklis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Ibu hamil KEK yang melahirkan bayi dengan berat badan normal sebanyak 84,6%, sedangkan yang melahirkan BBLR sebanyak 15,4%. Ibu hamil dengan status gizi normal yang melahirkan bayi dengan berat normal sebanyak 92,4% dan BBLR 7,6%. Analisis status gizi pada ibu hamil dengan kejadian berat badan bayi lahir didapatkan p-value =0,334>α=0,05. Tidak ada hubungan status gizi pada ibu hamil dengan kejadian berat badan bayi lahir. Saran ibu hamil diharapkan tetap menjaga status gizi dan kesehatan selama kehamilan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC), serta mengikuti anjuran tenaga kesehatan.