p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indo Green Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Frekuensi Aktivitas Seksual terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini di Kamar Bersalin Puskesmas Kotaanyar Briana Elvira Afriliandhani; Kiswati Kiswati; I Gusti Ayu K
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.755

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan komplikasi kehamilan yang meningkatkan risiko infeksi maternal dan neonatal, persalinan prematur, serta morbiditas dan mortalitas perinatal. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan KPD adalah frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga kehamilan yang dapat meningkatkan rangsangan kontraksi uterus dan tekanan pada serviks. Menganalisis hubungan frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Ruang Bersalin Puskesmas Kotaanyar. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 77 ibu bersalin yang dipilih menggunakan accidental sampling. Variabel independen adalah frekuensi aktivitas seksual (skala ordinal), sedangkan variabel dependen adalah kejadian KPD (skala nominal). Data dikumpulkan melalui wawancara dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Sebanyak 40 responden (51,9%) melakukan aktivitas seksual kategori sering dan 38 responden (49,4%) mengalami KPD. Pada kelompok aktivitas seksual sering, 28 responden (70,0%) mengalami KPD, sedangkan pada kelompok jarang hanya 10 responden (27,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga dengan kejadian KPD. Frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga berhubungan signifikan dengan kejadian KPD. Edukasi mengenai aktivitas seksual yang aman selama kehamilan perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan KPD.
Pengaruh Pemberian PMT Pemulihan terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang di Puskesmas Wonorejo Febri Yanti Sya Wulan; I Gusti Ayu K; Jamhariyah Jamhariyah; Eni Subiastutik
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.756

Abstract

Gizi kurang pada balita masih banyak terjadi di masyarakat. Hal ini merupakan masalah kesehatan utama yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi balita melalui pemberian makanan tambahan (PMT) selama 56 hari (8 minggu). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian PMT Pemulihan terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Wonorejo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Populasi sebanyak 42 balita dan sample 40 balita denganĀ  tehnik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan lembar monitoring dan dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Diperoleh rata-rata berat badan balita sebelum diberi PMT pemulihan adalah 9,80 kg dan sesudah diberi PMT pemulihan menjadi 10,4 kg. Terdapat rata-rata kenaikan berat badan balita sejumlah 0,6 kg. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 yang berarti ada pengaruh pemberian PMT Pemulihan terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang. Kesimpulan: Pemberian PMT Pemulihan dapat menaikan berat badan balita gizi kurang karena mengandung tambahan energi dan zat gizi bagi balita. Program PMT Pemulihan ini perlu dilaksanakan sebagai upaya untuk memperbaiki status gizi pada balita.