Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan komplikasi kehamilan yang meningkatkan risiko infeksi maternal dan neonatal, persalinan prematur, serta morbiditas dan mortalitas perinatal. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan KPD adalah frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga kehamilan yang dapat meningkatkan rangsangan kontraksi uterus dan tekanan pada serviks. Menganalisis hubungan frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Ruang Bersalin Puskesmas Kotaanyar. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 77 ibu bersalin yang dipilih menggunakan accidental sampling. Variabel independen adalah frekuensi aktivitas seksual (skala ordinal), sedangkan variabel dependen adalah kejadian KPD (skala nominal). Data dikumpulkan melalui wawancara dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Sebanyak 40 responden (51,9%) melakukan aktivitas seksual kategori sering dan 38 responden (49,4%) mengalami KPD. Pada kelompok aktivitas seksual sering, 28 responden (70,0%) mengalami KPD, sedangkan pada kelompok jarang hanya 10 responden (27,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga dengan kejadian KPD. Frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga berhubungan signifikan dengan kejadian KPD. Edukasi mengenai aktivitas seksual yang aman selama kehamilan perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan KPD.