Pemahaman materi secara mendalam mengenai topik abstrak seperti Teori Kecerdasan merupakan tantangan utama dalam sistem pembelajaran digital di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris efektivitas metode pembelajaran e-learning asinkronus berbasis video dalam meningkatkan pemahaman konseptual mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Indonesia Membangun (INABA). Dengan pendekatan kuantitatif dan desain One-Group Pretest-Posttest, penelitian melibatkan 11 mahasiswa aktif yang dipilih melalui purposive sampling. Seluruh partisipan mengerjakan pretest berupa 5 soal esai analitis berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), diikuti intervensi video pembelajaran asinkronus berdurasi 40 menit tanpa interaksi langsung, kemudian mengerjakan posttest dengan soal identik. Penilaian dilakukan menggunakan rubrik analitis berbobot oleh dua penilai independen. Hasil menunjukkan skor rata-rata pretest sebesar 88,9 (SD = 7,92) dan skor rata-rata posttest sebesar 90,2 (SD = 4,51), atau kenaikan deskriptif sebesar 1,3 poin. Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data pretest tidak berdistribusi normal (W = 0,844, p = 0,036), sedangkan data posttest berdistribusi normal (W = 0,953, p = 0,689). Hasil uji Paired Samples t-Test terhadap selisih skor menunjukkan t(10) = -0,457, p = 0,657, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kondisi, dengan ukuran efek yang dapat diabaikan (Cohen's d = -0,138). Hasil ini mengindikasikan bahwa, pada sampel penelitian ini, satu kali intervensi video asinkronus berdurasi 40 menit belum cukup untuk menghasilkan peningkatan pemahaman konseptual Teori Kecerdasan yang signifikan secara statistik.