Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis tepung yang berbeda, yaitu tepung terigu, tepung tapioka, dan tepung sagu terhadap sifat organoleptik bakso daging bebek. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo dengan menggunakan tiga perlakuan, yaitu P1 (tepung terigu), P2 (tepung tapioka), dan P3 (tepung sagu). Pengujian organoleptik dilakukan oleh 20 panelis terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan skala hedonik 1–5, kemudian data dianalisis secara deskriptif berdasarkan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis tepung yang berbeda memengaruhi tingkat kesukaan panelis terhadap bakso daging bebek. Perlakuan P3 (tepung sagu) memperoleh nilai rata-rata tertinggi pada parameter warna (3,50), aroma (3,65), dan rasa (3,65), sedangkan P2 (tepung tapioka) berada pada urutan kedua dan P1 (tepung terigu) memperoleh nilai terendah pada sebagian besar parameter. Tingginya tingkat kesukaan panelis pada perlakuan tepung sagu diduga karena kemampuannya menghasilkan karakteristik bakso yang lebih baik dan sesuai dengan preferensi panelis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung sagu sebagai bahan pengisi memberikan kualitas organoleptik bakso daging bebek yang paling disukai.Kata kunci: Bakso Daging Bebek, Organoleptik, Tepung Terigu, Tepung Tapioka, Tepung Sagu.