Voter participation is a key indicator of democratic quality; however, voter turnout in the 2024 Semarang Mayoral Election did not meet the target set by the Semarang City General Election Commission (KPU). This study aims to analyze the effectiveness of the KPU’s voter socialization program in increasing voter participation and to identify the factors influencing its effectiveness. The study employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through interviews, observations, documentation, and literature review, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, with validation through triangulation and member checking. The findings indicate that the planned, multi-channel, collaborative, and inclusive socialization program improved voters’ knowledge, awareness, and participation. Voter turnout increased from 68.62% in 2020 to 71.41% in 2024, although it remained below the 77% target. The study concludes that the KPU’s socialization program was reasonably effective but should be strengthened through more adaptive, data-driven, sustainable, and targeted strategies focusing on groups and areas with low voter participation. ABSTRAKPartisipasi pemilih merupakan indikator penting kualitas demokrasi, namun tingkat partisipasi pada Pilkada Kota Semarang Tahun 2024 masih belum mencapai target KPU. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program sosialisasi KPU Kota Semarang dalam meningkatkan partisipasi pemilih serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan validasi triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan secara terencana, multisaluran, kolaboratif, dan inklusif mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta partisipasi pemilih. Tingkat partisipasi meningkat dari 68,62% pada tahun 2020 menjadi 71,41% pada tahun 2024, meskipun belum mencapai target 77%. Penelitian menyimpulkan bahwa program sosialisasi KPU cukup efektif, tetapi perlu diperkuat melalui strategi yang lebih adaptif, berbasis data, berkelanjutan, dan berfokus pada kelompok serta wilayah dengan partisipasi rendah.