Latar Belakang: Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami ibu hamil, terutama pada trimester III. Di Indonesia, sekitar 68% ibu hamil mengalami nyeri punggung bawah. Senam hamil merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat memperkuat otot, meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki postur tubuh, dan mempersiapkan persalinan. Namun, bukti mengenai efektivitas senam hamil pada ibu hamil trimester III di pelayanan kebidanan primer masih terbatas. Tujuan: Menganalisis pengaruh senam hamil terhadap penurunan intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Metode: Penelitian menggunakan desain One Group Pre-Test Post-Test dengan pendekatan eksperimental. Sampel terdiri atas 32 ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung bawah dan dipilih menggunakan teknik total populasi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum intervensi, 12,5% responden mengalami nyeri sangat ringan, 53,1% nyeri ringan, dan 34,4% nyeri sedang. Setelah senam hamil, 56,3% responden mengalami nyeri sangat ringan dan 43,8% nyeri ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,001). Saran: Senam hamil disarankan dilakukan secara rutin 1–2 kali per minggu sebagai bagian dari pelayanan antenatal untuk membantu mengurangi nyeri punggung bawah. Tenaga kesehatan perlu mengoptimalkan edukasi dan pelaksanaan senam hamil, sedangkan institusi pendidikan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai referensi pembelajaran mengenai penatalaksanaan nonfarmakologis nyeri pada kehamilan.Kata Kunci: Kehamilan Trimester III, Nyeri Punggung Bawah, Senam Hamil