Rumah sakit memiliki berbagai permasalahan dalam proses pelayanan, seperti pemborosan, waktu tunggu, non-valueadded activities, dan penggunaan sumber daya yang belum optimal. Lean management merupakan pendekatan perbaikan berkelanjutan yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan. Penelitian mengenai penerapan Lean management telah dilakukan di Indonesia dan luar negeri dengan fokus dan outcome yang beragam, sehingga diperlukan sintesis untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi dan membandingkan penerapan Lean management dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan rumah sakit di Indonesia dan luar negeri serta mendeskripsikan outcome yang dihasilkan. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari sumber referensi PubMed, Google Scholar dan ScienceDirect. Penerapan Lean dilakukan pada pelayanan rawat inap, instalasi gawat darurat, pelayanan farmasi, pengelolaan obat, dan proses pelayanan rumah sakit. Metode yang digunakan meliputi Value Stream Mapping, 5 Why, BAS/BASICS, observasi, wawancara, dan analisis value-added activities. Outcome menunjukkan perbaikan efisiensi melalui pengurangan waste, waktu tunggu, cycle time, dan lead time. Pada aspek efektivitas, penerapan Lean dikaitkan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Lean Management berpotensi meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan rumah sakit melalui pengurangan pemborosan dan perbaikan proses. Outcome penerapan bervariasi sesuai dengan jenis pelayanan rumah sakit.