Masalah kemacetan yang dipicu oleh tingginya volume kendaraan bermotor di Jakarta, telah menjadi tantangan besar bagi pengelolaan transportasi. Salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan untuk mengatasi tingkat kemacetan adalah penerapan Sistem Jalan Berbayar Elektronik (SJBE), sebuah sistem pembebanan biaya berbasis elektronik yang dikenakan pada kendaraan yang melintasi jalan tertentu pada waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi SJBE dalam mengurangi kepadatan lalu lintas dengan menggunakan pendekatan kesediaan membayar atau willingess to pay (WTP) masyarakat dan mencari faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi nilai WTP. Penelitian ini menggunakan beberapa metode, yaitu dengan menggunakan pendekatan Contingent Valuation Method (CVM) untuk menentukan nilai WTP yang dikombinasikan regresi linear berganda untuk menentukan faktor apa saja yang mempengaruhi nilai WTP. Sedangkan potensi pengurangan kendaraan dihitung menggunakan teori probabilitas. Hasil menunjukkan bahwa dengan nilai WTP sebesar Rp21.423 untuk pengguna mobil dan Rp8.024 untuk pengguna motor. Hasil regresi linerar berganda faktor pendapatan, pengeluaran, frekuensi perjalanan per minggu dan kepemilikan kendaraan secara signifikan mempengaruhi nilai WTP. Sedangkan potensi pengurangan kendaraan mencapai 11,45% untuk mobil dan 6,93% untuk motor. Penelitian ini penting untuk memprediksi pengaruh penerapan SJBE dalam langkah awal mewujudkan transportasi berkelanjutan. Dengan transportasi berkelanjutan, tidak hanya akan meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga mengurangi dampak perubahan iklim. Selain itu, sistem transportasi yang lebih bersih dan efisien dapat meningkatkan aksesibilitas, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.