Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan belajar siswa yang ditunjukkan melalui rendahnya partisipasi dalam pembelajaran, kurangnya kepercayaan diri, kesulitan menyelesaikan tugas, serta ketergantungan terhadap arahan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesulitan belajar siswa sebelum dan sesudah pemberian layanan bimbingan klasikal dengan teknik Problem Based Learning, menganalisis pengaruh layanan terhadap kesulitan belajar, serta mengidentifikasi tingkat penurunan kesulitan belajar setelah pemberian layanan. Penelitian menggunakan desain pre-experimental one-group pretest-posttest terhadap 30 siswa kelas VII-A yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kesulitan belajar 20 butir dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, dan paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesulitan belajar mengalami penurunan dari 20,267 pada pretest menjadi 7,355 pada posttest, dengan selisih sebesar 12,912 poin. Analisis N-Gain menghasilkan nilai rata-rata sebesar 0,63 atau 63,00% yang termasuk kategori sedang dengan tingkat efektivitas cukup efektif. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,010 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kesulitan belajar sebelum dan sesudah pemberian layanan. Dengan demikian, layanan bimbingan klasikal dengan teknik Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap penurunan kesulitan belajar siswa dan dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa mengatasi hambatan dalam proses belajar.