Sepeda motor listrik mulai dipandang sebagai alternatif moda transportasi harian, tetapi niat penggunaannya pada mahasiswa belum dapat dianggap terbentuk secara kuat. Penelitian ini menganalisis pengaruh persepsi manfaat, pengaruh sosial, dan kecemasan jarak tempuh terhadap niat penggunaan sepeda motor listrik pada mahasiswa di Kota Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang. Data survei utama diperoleh dari 400 mahasiswa pada tujuh perguruan tinggi di Kota Samarinda. Instrumen disusun dengan skala Likert 1 sampai 5 dan diuji melalui validitas item-total serta reliabilitas Cronbach's alpha. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 3,659. Pengaruh sosial berada pada kategori sedang dengan rata-rata 3,309. Kecemasan jarak tempuh berada pada kategori sedang dengan rata-rata 3,051. Niat penggunaan berada pada kategori sedang dengan rata-rata 3,172. Seluruh item kuesioner valid dengan corrected item-total correlation di atas 0,30 dan seluruh variabel reliabel dengan alpha 0,877 sampai 0,898. Model regresi menghasilkan persamaan Y = 1,958 + 0,189X1 + 0,365X2 - 0,224X3, R Square 0,362, dan Sig. F < 0,001. Secara parsial, persepsi manfaat dan pengaruh sosial berpengaruh positif signifikan, sedangkan kecemasan jarak tempuh berpengaruh negatif signifikan terhadap niat penggunaan. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan adopsi sepeda motor listrik pada mahasiswa perlu menekankan manfaat praktis, dukungan sosial, dan pengurangan kekhawatiran terhadap jarak tempuh serta fasilitas isi daya.