Luas lahan dan produksi karet rakyat di Kabupaten Landak selama periode 2021-2024 mengalami penurunan masing-masing sebesar 36,22% dan 60,43% yang mengakibatkan status keberlanjutannya mulai dipertanyakan. Terjadinya penurunan luas lahan dan produksi karet tidak secara langsung menunjukan menurunnya tingkat keberlanjutan, namun kondisi tersebut menjadi indikator awal bahwa usaha tani karet mulai terganggu eksistensinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan perkebunan karet rakyat di Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak dengan penilaian masing-masing dimensi dan mengidentifikasi atribut paling sensitif pada masing-masing dimensi yaitu dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial budaya, dimensi hukum dan kelembagaan, serta dimensi infrastruktur dan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan MDS (Multidimensional Scaling) dengan responden petani berjumlah 44 orang yang diambil secara random sampling. Dengan memahami atribut pada setiap dimensi yang memengaruhi status keberlanjutan perkebunan karet ini, diharapkan dapat dilakukan upaya perbaikan terhadap atribut yang paling sensitif untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas karet, sehingga dapat meningkatkan status keberlanjutan karet dan menjamin kesejahteraan petani. Status keberlanjutan perkebunan karet rakyat di Kecamatan Sengah Temila termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan dengan nilai indeks rata-rata sebesar 44,69. Dimensi sosial budaya termasuk kedalam kategori cukup berkelanjutan dan terdapat 4 atribut yang termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan yaitu dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi infrastruktur dan teknologi, serta dimensi hukum dan kelembagaan.