Raffiky Pinandia Sustamy
STIKes Rajekwesi Bojonegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANC DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL : THE RELATIONSHIP BETWEEN ANC VISIT FREQUENCY AND THE INCIDENCE OF ANEMIA AMONG PREGNANT WOMEN eva zuli oktavia; Raffiky Pinandia Sustamy; Sri Luluk; Prita Yuliana; Suharti Oktavia; Waqidil Hidayah
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2026): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56800/jpk.v17i2.101

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian karena dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Kunjungan Antenatal Care (ANC) secara teratur merupakan salah satu upaya penting dalam mendeteksi dan mencegah anemia melalui pemantauan kondisi ibu, pemeriksaan kadar hemoglobin, pemberian tablet tambah darah, serta edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi kunjungan Antenatal Care (ANC) dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Dander, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Dander, Kabupaten Bojonegoro, dengan jumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05 untuk mengetahui hubungan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil melakukan kunjungan ANC sesuai standar, sedangkan sebagian lainnya belum memenuhi frekuensi kunjungan yang dianjurkan. Kejadian anemia masih ditemukan pada ibu hamil trimester III. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Dander, Kabupaten Bojonegoro (p<0,05). Ibu hamil dengan frekuensi kunjungan ANC yang tidak memenuhi standar cenderung lebih banyak mengalami anemia dibandingkan ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC secara teratur. Terdapat hubungan antara frekuensi kunjungan ANC dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Dander, Kabupaten Bojonegoro. Peningkatan kepatuhan kunjungan ANC perlu didukung melalui edukasi, pemantauan kadar hemoglobin, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, serta deteksi dini faktor risiko anemia oleh tenaga kesehatan. Anemia in pregnant women remains a health problem that requires attention because it may increase the risk of complications during pregnancy and childbirth. Regular Antenatal Care (ANC) visits are an important effort to detect and prevent anemia through maternal health monitoring, hemoglobin level assessment, iron supplementation, and education on adequate nutritional intake during pregnancy. This study aimed to determine the relationship between the frequency of Antenatal Care (ANC) visits and the incidence of anemia among third-trimester pregnant women in the working area of Dander Public Health Center, Bojonegoro Regency. This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. The population and sample consisted of 40 third-trimester pregnant women in the working area of Dander Public Health Center, Bojonegoro Regency, selected using a total sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a significance level of p<0.05 to determine the relationship between the frequency of ANC visits and the incidence of anemia. The results showed that most pregnant women had ANC visits according to the recommended standard, while some had not met the recommended frequency of visits. Anemia was still found among third-trimester pregnant women. The results of the bivariate analysis using the Chi-Square test indicated a significant relationship between the frequency of ANC visits and the incidence of anemia among third-trimester pregnant women in the working area of Dander Public Health Center, Bojonegoro Regency (p<0.05). Pregnant women whose ANC visits did not meet the recommended standard tended to experience anemia more frequently than those who attended ANC visits regularly. There was a relationship between the frequency of ANC visits and the incidence of anemia among third-trimester pregnant women in the working area of Dander Public Health Center, Bojonegoro Regency. Improving adherence to ANC visits should be supported through health education, hemoglobin monitoring, adherence to iron supplementation, and early detection of anemia risk factors by healthcare providers.
PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PELAKSANAAN SENAM KEGEL UNTUK MENDUKUNG PEMULIHAN MASA NIFAS DI DESA SUMBERTLASEH TAHUN 2026: KNOWLEDGE OF POST-POST MOTHERS ABOUT IMPLEMENTING KEGEL EXERCISES TO SUPPORT POST-POST RECOVERY IN SUMBERTLASEH VILLAGE IN 2026 Ihsanti Indri Fajriya; Aulia Chairunnisa; Raffiky Pinandia Sustamy
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2026): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56800/jpk.v17i2.108

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan kehamilan dan relaksasi otot-otot dasar panggul serta saluran vagina saat hamil dan melahirkan dapat mengubah seberapa longgar dinding perut. Latihan kebugaran jasmani dapat dilakukan setelah melahirkan untuk mencapai tujuan pemulihan. Latihan Kegel, yang menargetkan otot dasar panggul pubococcygeus, pertama kali disyaratkan untuk membantu wanita yang tidak bisa mengatur buang air kecil, terutama setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk membekali ibu nifas dengan pengetahuan, pemahaman, dan praktik penggunaan senam Kegel nifas. Populasi ibu nifas di Desa Sumber Tlaseh Kecamatan Dander pada tanggal 18 Mei 2026 menjadi subjek penelitian deskriptif ini. Sebanyak 28 responden dari populasi sampel dipilih dengan teknik total sampling menggunakan rancangan penelitian cross-sectional. Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan pendekatan pengisian kuesioner. Berdasarkan analisis data, sebagian besar ibu nifas tahu (50,0%) dan sebagian besar paham (50,0%) memiliki wawasan cukup tentang senam Kegel di Desa Sumber Tlaseh Kecamatan Dander pada tahun 2026. Harapannya, para ibu bersalin akan lebih giat mencari ilmu dan menerapkan latihan senam Kegel. Kata kunci : wawasan, ibu nifas, senam kegel ABSTRACT The growth of pregnancy and the relaxation of the pelvic floor muscles as well as the vaginal canal during pregnancy and childbirth can change how loose the abdominal muscles are. Physical training can be used to achieve recovery goals. Kegel training, which targets the pubococcygeus muscles, helps women who cannot control urination well, especially post childbirth. This study aims to evaluate and equip postpartum mothers with the knowledge, understanding, and practice of postpartum Kegel training. The population of postpartum women in Sumber Tlaseh Village, Dander District on May 18, 2026, served as the subjects of this descriptive research. A total of 28 respondents were selected using a total sampling technique with a cross-sectional approach. Variable measurements were carried out using a questionnaire filling approach. Based on data analysis, most postpartum mothers know (50.0%) and understand (50.0%), possessing sufficient knowledge about Kegel training in Sumber Tlaseh Village, Dander District in 2026. It is expected that postpartum mothers will be more active in seeking knowledge about Kegel training. Keyword : knowledge, postpartum, kegel training