Latar Belakang: Primary Survey merupakan tindakan awal yang sangat penting dalam penanganan pasien gawat darurat untuk mengidentifikasi dan mengatasi kondisi yang mengancam jiwa. Implementasinya dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama tingkat pengetahuan dan pendidikan perawat. Perbedaan kompetensi tersebut dapat memengaruhi ketepatan pelaksanaan Primary Survey sesuai pendekatan ABCDE. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pendidikan perawat dengan implementasi pemeriksaan Primary Survey pada pasien gawat darurat di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 86 perawat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, data pendidikan, dan lembar observasi implementasi Primary Survey. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (64,0%) dan pendidikan Profesi Ners (65,1%). Analisis simultan menunjukkan bahwa pengetahuan dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap implementasi Primary Survey (p=0,006), dengan kontribusi sebesar 11,5% (R²=0,115). Secara parsial, pendidikan berpengaruh signifikan (p=0,006), sedangkan pengetahuan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p=0,096). Kesimpulan: Pendidikan perawat berpengaruh signifikan terhadap implementasi Primary Survey, sedangkan pengetahuan tidak berpengaruh secara parsial. Namun, secara endidi-sama pengetahuan dan endidikan berpengaruh signifikan terhadap implementasi Primary Survey pada pasien gawat darurat di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya.