This Author published in this journals
All Journal Bali Medika Jurnal
I Ketut Sumertayasa Sumertayasa
STIKES Wira Medika Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Digital Berlebihan dan Risiko Kesehatan Mental di Kalangan Remaja di Bali: Lebih dari Sekadar Screen Time I Ketut Sumertayasa Sumertayasa; I Nyoman Asdiwinata; Ni Putu Wiwik Oktaviani
Bali Medika Jurnal Vol 13 No 1 (2026): Bali Medika Jurnal July 2026
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v13i1.486

Abstract

Adolescent mental health has become an increasingly important concern in the digital era, alongside the growing prevalence of gadget use in daily life. Although excessive gadget exposure has been associated with mental health problems, the specific mechanisms involved—particularly within local cultural contexts—remain unclear. This study aimed to examine the association between gadget exposure, including duration of use, frequency of use, and addiction tendency, and mental health among adolescents. A cross-sectional design was employed involving 168 students at SMA Dharma Praja Denpasar using a total sampling technique. Data were collected using a validated gadget exposure questionnaire and the Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20). Data analysis was conducted using Spearman correlation and logistic regression. The results showed that 41.7% of participants screened positive for mental health problems. A weak but statistically significant positive correlation was found between gadget exposure and SRQ-20 scores (r = 0.268; p = 0.001), accounting for 7.2% of the variance in mental health outcomes. Sleep disturbances (OR = 3.2) and nighttime social media use (OR = 2.8) were stronger predictors of mental health problems than total screen time. In conclusion, total screen time alone is a poor indicator of mental health risk among adolescents. Interventions should therefore prioritize digital literacy, healthy sleep hygiene, and mindful social media use rather than focusing solely on reducing screen time.   Kesehatan mental remaja menjadi isu yang semakin penting di era digital, seiring meningkatnya paparan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun paparan gadget berlebihan telah dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental, mekanisme spesifik yang berperan terutama dalam konteks budaya lokal masih belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan gadget yang meliputi durasi penggunaan, frekuensi penggunaan, dan kecenderungan adiksi dengan kesehatan mental pada remaja. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 168 siswa SMA Dharma Praja Denpasar melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner paparan gadget dan Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 41,7% responden terindikasi mengalami masalah kesehatan mental. Terdapat hubungan positif lemah namun signifikan antara paparan gadget dan skor SRQ-20 (r = 0,268; p = 0,001), dengan kontribusi sebesar 7,2% terhadap variasi kesehatan mental. Gangguan tidur (OR = 3,2) dan penggunaan media sosial pada malam hari (OR = 2,8) merupakan prediktor yang lebih kuat dibandingkan durasi penggunaan gadget. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa durasi penggunaan gadget bukan merupakan penentu utama masalah kesehatan mental pada remaja. Faktor konteks penggunaan dan kebiasaan tidur memiliki peran yang lebih signifikan. Oleh karena itu, intervensi yang diberikan perlu difokuskan pada literasi digital, manajemen waktu tidur, dan penggunaan media sosial secara bijak.