Defi Selvianita
Departemen Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar, Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTERVENSI GIZI BERBASIS MORINGA UNTUK LANSIA HIPERTENSI DI DESA RAMBONG, KABUPATEN ACEH BARAT Salma Alfina Putri Nada; Defi Selvianita; Putri Amalina Nafisa; Lia Awwalul Majida; Wiji Indah Lestari; Wanda Khairun Nasirin
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas intervensi gizi berbasis kelor melalui edukasi hipertensi dan pemberian makanan tambahan (PMT) perkedel kentang daun kelor rendah garam terhadap pengetahuan dan tekanan darah lansia di Desa Rambong, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan desain intervensi komunitas dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan total 21 lansia yang berpartisipasi dalam penelitian. Intervensi dilakukan melalui edukasi gizi tentang hipertensi dan pemberian PMT berupa perkedel kentang daun kelor rendah garam. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.66,7% responden berjenis kelamin perempuan (66,7%) berusia 60–74 tahun (81,0%). Sebelum intervensi, sebanyak 66,7% lansia mengalami hipertensi. Status gizi normal ditemukan pada 61,9% responden, namun masih ditemukan masalah gizi kurang dan gizi lebih. Setelah intervensi, proporsi lansia dengan tekanan darah normal meningkat dari 33,3% menjadi 52,9%, sedangkan proporsi hipertensi menurun dari 66,7% menjadi 47,1%. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, yang disebabkan oleh pergeseran skor dari kategori rendah pada pretest menjadi kategori tinggi pada post-test, dengan 50,0% peserta memperoleh skor maksimal. Intervensi gizi berbasis kelor yang dikombinasikan dengan edukasi hipertensi mampu meningkatkan pengetahuan lansia dan mendukung perbaikan status tekanan darah. Pemanfaatan daun kelor sebagai pangan lokal fungsional berpotensi menjadi strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam upaya pengendalian hipertensi pada lansia di masyarakat.