Nia Yunita Febrina Sari Ni Putu
Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA E-LEAFLET TENTANG KANKER SERVIKS Nia Yunita Febrina Sari Ni Putu; Regina Tedjasulaksana; Gusti Ayu Eka Utarini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61527

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih sering terjadi pada perempuan dan dapat dicegah melalui peningkatan pengetahuan sejak usia remaja. Namun, remaja putri sering kali memiliki pengetahuan yang rendah mengenai faktor risiko, gejala, dan upaya pencegahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media e-leaflet tentang kanker serviks di SMP Negeri 5 Mengwi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest pada 35 responden yang dipilih melalui proportional random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berisi 25 pertanyaan dengan jawaban benar atau salah. Intervensi diberikan satu kali dengan media e-leaflet, dan pengukuran post-test dilakukan tujuh hari setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai pengetahuan yang signifikan, di mana rata-rata pretest sebesar 73,71 meningkat menjadi 92,00 pada posttest, dengan selisih rata-rata 17,943. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendidikan kesehatan dengan media e-leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kanker serviks. Media digital ini dapat menjadi sarana edukasi yang mudah diakses, menarik, dan sesuai dengan karakteristik remaja serta efektif dalam mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah.