Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial, sehingga individu pada tahap ini rentan mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi dan menunjukkan perilaku agresif. Perkembangan teknologi digital turut meningkatkan penggunaan game online di kalangan remaja. Penggunaan yang berlebihan dapat berkembang menjadi kecanduan dan berpotensi memengaruhi perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan game online dan perilaku agresif pada remaja di SMP X. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 58 siswa yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Internet Addiction Test untuk mengukur kecanduan game online dan Buss-Perry Aggression Questionnaire untuk mengukur perilaku agresif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecanduan game online responden sebagian besar berada pada kategori rendah sebesar 48,3% dan sedang sebesar 46,6%, sedangkan kategori tinggi sebesar 5,2%. Perilaku agresif responden tersebar pada kategori rendah, sedang, dan tinggi. Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kecanduan game online dan perilaku agresif dengan nilai p=0,003 dan koefisien korelasi r=0,386. Dengan demikian, semakin tinggi kecanduan game online, semakin meningkat pula kecenderungan perilaku agresif pada remaja. Temuan ini menegaskan pentingnya pengawasan keluarga dan sekolah, pembatasan waktu bermain, serta penguatan kemampuan regulasi emosi pada remaja.