Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kesiapan Tenaga Kerja Menghadapi Disrupsi Artificial Intelligence di Indonesia Berkat Obed Sion Gultom; Hilma Harmen; Akhlan Naufan Asri; Jhon Veriyanto Siregar; Ripqi Fauji
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.7735

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari transformasi digital telah mengubah struktur pekerjaan, pola pengambilan keputusan, serta kompetensi yang dibutuhkan pasar tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi disrupsi AI di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menelaah jurnal ilmiah, laporan pemerintah, publikasi organisasi internasional, dan sumber relevan mengenai kompetensi digital, perubahan pekerjaan, serta strategi ketenagakerjaan. Hasil kajian menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri yang dipengaruhi oleh ketimpangan akses digital, rendahnya literasi data dan AI, terbatasnya pelatihan berbasis teknologi, serta belum meratanya kemampuan adaptasi organisasi. Disrupsi AI tidak hanya berpotensi menggantikan tugas rutin, tetapi juga mengubah pembagian tugas, standar produktivitas, proses rekrutmen, pembelajaran, dan evaluasi kinerja. Karena itu, pengembangan sumber daya manusia perlu diarahkan pada peningkatan kompetensi digital dasar, literasi AI, kemampuan analitis, kreativitas, komunikasi, pemecahan masalah, dan etika penggunaan teknologi. Strategi upskilling dan reskilling perlu dilaksanakan secara berkelanjutan, berbasis kebutuhan pekerjaan, terukur, dan inklusif bagi pekerja dengan tingkat kesiapan yang berbeda. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan penyedia pelatihan untuk membangun ekosistem pembelajaran sepanjang hayat yang adaptif, bertanggung jawab, serta mampu memperkuat daya saing dan ketahanan tenaga kerja Indonesia.