Asep Thedy Setiawan
Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMASI KINERJA KARYAWAN MELALUI KETERIKATAN KARYAWAN: ANALISIS PERAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA PADA PT KERETA API LOGISTIK DIREKTORAT OPERASIONAL Sucipto Sucipto; Asep Thedy Setiawan; Andhika Prawira; Megha Sakova
Jurnal Investasi Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Investasi Islam (In Press)
Publisher : LP2M Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jii.v7i1.2349

Abstract

Sistem manajemen kinerja yang ketat sering memicu tekanan psikologis pada pegawai operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Performance Management System terhadap Employee Performance melalui peran mediasi Employee Engagement, pada pegawai Direktorat Operasional PT Kereta Api Logistik. Penelitian ini menggunakan Teori Pertukaran Sosial sebagai landasan utama. Desain penelitian bersifat kuantitatif kausal asosiatif dengan teknik sampling jenuh (sensus) terhadap seluruh populasi yang memenuhi kriteria, yaitu 35 pegawai tetap dengan masa kerja minimal satu tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner digital berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Performance Management System berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Engagement, dan Employee Engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Performance, namun Performance Management System tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Employee Performance. Employee Engagement terbukti memediasi secara penuh (full mediation) pengaruh Performance Management System terhadap Employee Performance. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis pada literatur manajemen sumber daya manusia di sektor transportasi BUMN, khususnya pada konteks kerja berisiko tinggi, serta memberikan rekomendasi praktis bagi manajemen agar tidak semata memperketat sistem evaluasi, melainkan turut membangun keterikatan emosional pegawai sebagai jalur utama menuju peningkatan kinerja.