Resistance band merupakan media latihan berbahan elastis yang mampu memberikan tahanan secara progresif selama gerakan berlangsung sehingga dapat meningkatkan aktivasi otot, kekuatan, stabilitas, koordinasi, neuromuscular, serta daya ledak otot tungkai. Oleh karena itu, resisitance band dipandang sebagai alternatif metode latihan yang potensial untuk meningkatkan kemampuan power shooting pemain sepak bola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan menggunakan resistance band terhadap peningkatan kemampuan power shooting pada pemain sepak bola usia 15 tahun di SSB Putra Gumelar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment melalui desain control group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 20 pemain dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan power shooting dengan alat pengukur kecepatan bola. Perlakuan berupa latihan resistance band diberikan selama 8 minggu dengan frekuensi latihan tiga kali dalam satu minggu. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan power shooting pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Hasil uji independent sample t-test pada baris Equal Variances Not Assumed menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,006 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa latihan menggunakan resistance band berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan power shooting pemain sepak bola usia 15 tahun di SSB Putra Gumelar.