Sihol Situmorang
Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBINAAN MORAL HATI NURANI BAGI PARA NOVIS KONGREGASI SCMM BERDASARKAN AJARAN GEREJA KATOLIK DAN FILSAFAT MORAL Sihol Situmorang
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 2 No. 01 (2024): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Februari 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan hati nurani merupakan unsur penting dalam formasi calon religius karena berkaitan dengan kemampuan menilai tindakan, mengolah motivasi, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan bagi para novis Kongregasi SCMM di Komunitas St. Maria Karangsari Pematangsiantar untuk memperkuat pemahaman mengenai moral dan hati nurani berdasarkan ajaran Gereja Katolik dan filsafat moral. Program menggunakan pendekatan partisipatif-reflektif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, refleksi Kitab Suci, analisis kasus moral, sharing pengalaman, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pemetaan awal, observasi partisipasi, lembar refleksi, rubrik studi kasus, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta semakin mampu membedakan penilaian moral dari reaksi emosional, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi keputusan, serta menghubungkan prinsip moral dengan kehidupan komunitas, penggunaan media digital, relasi antarpribadi, dan pelayanan. Kegiatan juga mendorong keterbukaan dalam berdialog, kesediaan menerima koreksi, dan penyusunan komitmen pembinaan pribadi. Program ini menegaskan bahwa pembinaan hati nurani menjadi lebih efektif ketika pengetahuan, pengalaman, doa, refleksi kritis, dan pendampingan diintegrasikan secara berkelanjutan
PENGUATAN SPIRITUALITAS HIDUP PERSAUDARAAN DALAM KOMUNITAS BASIS GEREJAWI SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN GEREJA SINODAL YANG PARTISIPATIF, INKLUSIF, DAN BERKELANJUTAN Sihol Situmorang
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2023): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, Januari-Maret 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan sosial, penggunaan media digital, dan meningkatnya individualisme memengaruhi kualitas relasi antarumat dalam Komunitas Basis Gerejawi. Kondisi tersebut tampak pada menurunnya partisipasi, lemahnya komunikasi dialogis, terbatasnya kemampuan penyelesaian konflik, serta belum berkelanjutannya pembinaan spiritualitas komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas hidup persaudaraan sebagai dasar terwujudnya Gereja Sinodal yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan. Program dilaksanakan melalui pendekatan pastoral, partisipatif, reflektif, dan kontekstual dengan metode ceramah interaktif, Focus Group Discussion, refleksi Kitab Suci, pelatihan komunikasi pastoral, simulasi dialog dan rekonsiliasi, serta penyusunan rencana aksi komunitas. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipasi, rubrik kemampuan komunikasi, angket kepuasan, dan monitoring pascakegiatan. Draf hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 54,2 menjadi 84,8 pada aspek spiritualitas persaudaraan, komunikasi pastoral, dialog dan rekonsiliasi, partisipasi umat, serta budaya hidup sinodal. Peserta juga menunjukkan keterbukaan yang lebih baik dalam mendengarkan, menyampaikan pendapat, dan merumuskan penyelesaian konflik secara pastoral. Program ini memperlihatkan bahwa pembinaan yang mengintegrasikan pemahaman teologis, latihan komunikasi, refleksi pengalaman, dan komitmen bersama dapat memperkuat fungsi KBG sebagai ruang persekutuan, partisipasi, dan misi. Keberlanjutan diarahkan melalui agenda pembinaan rutin, pendampingan pengurus KBG, dan monitoring implementasi rencana aksi.
Strengthening Fraternal Life in Religious Communities through Spirituality Coaching, Faith Communication, and Pastoral Assistance Sihol Situmorang
Abdimas Paspama Vol. 2 No. 1 (2023): Abdimas Paspama, December 2023
Publisher : Abdimas Paspama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraternal life is a fundamental element in a religious community, but social change, individualism, the use of digital media, and reduced interpersonal communication can weaken the quality of relationships, joint prayer, solidarity, and service. This Community Service activity aims to strengthen fraternal spirituality, faith communication, reconciliation skills, and pastoral assistance in religious communities. The program uses a pastoral-participatory approach through needs identification, theological seminars, Scripture reflection, Focus Group Discussion, faith sharing, active listening exercises, conflict resolution simulations, and the preparation of community commitments. Evaluation is designed through pre-test and post-test, observation, simulation rubric, written reflection, and periodic monitoring. The results showed an increase in the average score from 53.2 to 84.8 in the aspects of fraternal spirituality, faith communication, reconciliation, solidarity, and ministry participation. Qualitative changes are seen in increased openness of participants, the ability to express opinions without blame, willingness to accept corrections, and a commitment to building a culture of dialogue. These findings show that coaching that integrates theological foundations, community experiences, communication exercises, and ongoing mentoring can strengthen communities as communio. The sustainability of the program is directed through regular reflection meetings, personal mentoring, community evaluation, and development of coaching modules.