Perubahan sosial, penggunaan media digital, dan meningkatnya individualisme memengaruhi kualitas relasi antarumat dalam Komunitas Basis Gerejawi. Kondisi tersebut tampak pada menurunnya partisipasi, lemahnya komunikasi dialogis, terbatasnya kemampuan penyelesaian konflik, serta belum berkelanjutannya pembinaan spiritualitas komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas hidup persaudaraan sebagai dasar terwujudnya Gereja Sinodal yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan. Program dilaksanakan melalui pendekatan pastoral, partisipatif, reflektif, dan kontekstual dengan metode ceramah interaktif, Focus Group Discussion, refleksi Kitab Suci, pelatihan komunikasi pastoral, simulasi dialog dan rekonsiliasi, serta penyusunan rencana aksi komunitas. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipasi, rubrik kemampuan komunikasi, angket kepuasan, dan monitoring pascakegiatan. Draf hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 54,2 menjadi 84,8 pada aspek spiritualitas persaudaraan, komunikasi pastoral, dialog dan rekonsiliasi, partisipasi umat, serta budaya hidup sinodal. Peserta juga menunjukkan keterbukaan yang lebih baik dalam mendengarkan, menyampaikan pendapat, dan merumuskan penyelesaian konflik secara pastoral. Program ini memperlihatkan bahwa pembinaan yang mengintegrasikan pemahaman teologis, latihan komunikasi, refleksi pengalaman, dan komitmen bersama dapat memperkuat fungsi KBG sebagai ruang persekutuan, partisipasi, dan misi. Keberlanjutan diarahkan melalui agenda pembinaan rutin, pendampingan pengurus KBG, dan monitoring implementasi rencana aksi.
Copyrights © 2023