Fany Fany
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS SWOT TERHADAP PROGRAM KLA (KABUPATEN LAYAK ANAK) DI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN BEKASI Fany Fany; Indra Aditya; Dewi Noor Azijah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 8 (2026): NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i8.2026.2153-2163

Abstract

Program Kabupaten Layak Anak (KLA) merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan mewujudkan lingkungan yang menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak secara terpadu melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan. Kabupaten Bekasi telah memperoleh predikat Madya pada tahun 2025, namun implementasi program masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan evaluasi strategis. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi realisasi Program Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Bekasi serta merumuskan strategi pengembangannya menggunakan analisis SWOT. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), serta studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dipadukan dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan implementasi Program KLA meliputi komitmen pemerintah daerah, dukungan regulasi, kelembagaan, serta kolaborasi lintas sektor. Kelemahannya meliputi masih tingginya angka stunting, koordinasi antarperangkat daerah yang belum optimal, dan belum meratanya fasilitas ramah anak. Peluang berasal dari dukungan kebijakan nasional, perkembangan teknologi informasi, serta potensi kemitraan dengan dunia usaha dan masyarakat. Sementara itu, ancaman meliputi meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, perundungan, kekerasan berbasis digital, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan anak. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi, optimalisasi teknologi, peningkatan partisipasi masyarakat, dan pemerataan pelayanan berbasis hak anak guna mendukung keberlanjutan implementasi Program Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Bekasi.