Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Komparatif Kepercayaan Konsumen Gen-Z terhadap Jiera Sebelum dan Sesudah Isu Negatif Arga Afiq Fahriza; Rauly Sijabat; Ratih Hesty Utami P.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10102

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kepercayaan konsumen Generasi Z terhadap merek kosmetik Jiera sebelum dan sesudah munculnya isu negatif yang melibatkan brand ambassador. Kepercayaan konsumen diukur melalui tiga dimensi, yaitu brand reliability, brand integrity, dan brand benevolence. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif serta melibatkan 63 responden Generasi Z yang mengetahui merek Jiera dan isu yang diteliti. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan pengukuran berpasangan untuk menggambarkan persepsi responden pada kondisi sebelum dan sesudah isu. Instrumen dinyatakan valid karena nilai Corrected Item-Total Correlation seluruh indikator melebihi r tabel 0,248 dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,805. Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil pengujian memperoleh nilai signifikansi 0,000 pada seluruh dimensi kepercayaan, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah isu negatif. Arah perubahan nilai memperlihatkan penurunan kepercayaan pada aspek keandalan, kejujuran, dan kepedulian merek. Temuan ini menegaskan bahwa kontroversi yang melekat pada brand ambassador dapat menimbulkan transfer reputasi negatif kepada merek, terutama pada konsumen Generasi Z yang aktif mengakses dan mengevaluasi informasi melalui media sosial. Perusahaan perlu menerapkan seleksi brand ambassador yang lebih ketat, pemantauan reputasi, komunikasi krisis yang cepat dan transparan, serta penguatan bukti kualitas produk agar kepercayaan konsumen dapat dipulihkan dan dipertahankan.