Pengelolaan sampah di lingkungan perguruan tinggi perlu direncanakan berdasarkan karakteristik timbulan, komposisi, sumber sampah, serta kondisi sarana yang tersedia. Penelitian ini bertujuan menganalisis timbulan dan komposisi sampah serta menyusun rencana sistem pengelolaan sampah di Kampus 2 Institut Teknologi Padang ditinjau dari aspek teknis. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengukuran timbulan dan komposisi dilakukan secara langsung selama delapan hari dengan penimbangan berat dan pengukuran volume, sedangkan kondisi eksisting diperoleh melalui observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan total timbulan sampah sebesar 265,87 kg selama delapan hari atau rata-rata 33,23 kg/hari, dengan volume rata-rata 645 L/hari. Komposisi terbesar adalah botol air mineral sebesar 27,15%, plastik kemasan 26,44%, sampah organik 18,31%, kertas 17,99%, dan styrofoam 10,12%. Kondisi eksisting belum menerapkan pemilahan di sumber maupun di TPS; pengumpulan dilakukan setiap hari dan pengangkutan dari TPS dilakukan setiap tiga hari. Berdasarkan karakteristik tersebut, sistem yang direncanakan menerapkan pemilahan awal menjadi sampah basah dan sampah kering, dilanjutkan pemilahan berdasarkan jenis material pada fasilitas pemrosesan. Wadah direncanakan menggunakan satu unit 60 L untuk sampah basah dan enam unit 120 L untuk sampah kering dengan faktor keamanan 20%. Sampah organik sebesar 6,08 kg/hari diarahkan ke pengomposan Takakura dengan empat unit keranjang, sedangkan kertas dan botol air mineral diarahkan untuk pemanfaatan atau daur ulang. Residu yang tidak dapat dimanfaatkan ditangani lebih lanjut melalui pengolahan termal dengan memperhatikan pengendalian emisi dan keselamatan.Kata Kunci: timbulan sampah, komposisi, pewadahan, Takakura, pengelolaan kampus