Firanti Pratiwi
Universitas Malikussaleh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kemampuan Penalaran Matematis dan Kepercayan Diri Siswa Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Firanti Pratiwi; Wulandari Wulandari; Hidayatsyah Hidayatsyah
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i2.28788

Abstract

Kemampuan penalaran matematis merupakan kompetensi esensial dalam pembelajaran matematika yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kognitif, tetapi juga kepercayaan diri. Rendahnya kemampuan penalaran matematis dan kepercayaan diri siswa yang ditemukan mengindikasikan keterkaitan dengan tipe kepribadian siswa, sehingga diperlukan perhatian khusus dari guru dalam mengenali karakteristik kepribadian siswa sebagai salah satu pertimbangan dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan penalaran matematis dan kepercayaan diri siswa pada materi persamaan garis lurus ditinjau dari tipe kepribadian introver dan ekstrover. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 20 siswa kelas VIII A MTsN 2 Aceh Utara, dengan lima siswa terpilih sebagai subjek wawancara. Data dikumpulkan melalui angket tipe kepribadian, tes kemampuan penalaran matematis, angket kepercayaan diri, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 siswa, 25% bertipe kepribadian ekstrover dan 75% introver. Kemampuan penalaran matematis seluruh ekstrover berada pada kategori rendah karena belum mampu menjelaskan proses penalaran secara lengkap dan konsisten, sedangkan introver bervariasi pada kategori rendah, sedang, dan tinggi seiring perbedaan kemampuan bernalar secara sistematis. Pola serupa ditemukan pada kepercayaan diri, di mana seluruh ekstrover berada pada kategori rendah dan introver tersebar pada kategori rendah-sedang, sejalan dengan kecenderungan siswa yang bernalar sistematis untuk turut lebih yakin terhadap jawabannya. Temuan ini menunjukkan introver cenderung memiliki penalaran dan kepercayaan diri lebih baik daripada ekstrover, meskipun keterkaitan keduanya tidak selalu linear. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi guru dalam merancang pembelajaran matematika yang memperhatikan karakteristik kepribadian siswa.