Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Penerapan Load Balancing dan Backup Server untuk Mengurangi Downtime pada Sistem Informasi Akademik Perguruan Tinggi Dian Maylani Silaban; Junita Saranina Br Barus; Charles Butar-Butar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11765

Abstract

Sistem Informasi Akademik (SIMAK) mendukung layanan penting perguruan tinggi, seperti pengisian Kartu Rencana Studi, pengelolaan nilai, akses Kartu Hasil Studi, penyusunan jadwal, dan administrasi akademik. Lonjakan akses secara bersamaan pada periode puncak serta ketergantungan pada satu server dapat menimbulkan kelebihan beban, penurunan kinerja, dan downtime. Penelitian ini mengkaji penerapan load balancing dan backup server sebagai strategi infrastruktur untuk meningkatkan ketersediaan, keandalan, dan kontinuitas layanan akademik. Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif kualitatif melalui pengumpulan, seleksi, perbandingan, dan sintesis penelitian terkini mengenai HAProxy, arsitektur multi-server, replikasi basis data, failover otomatis, pengelolaan pencadangan, pemantauan, dan high availability berbasis Kubernetes. Hasil kajian menunjukkan bahwa load balancing mampu mendistribusikan permintaan pengguna ke beberapa server aplikasi, mencegah penumpukan sumber daya pada satu node, serta mengalihkan trafik ketika server backend mengalami gangguan. Backup server dan basis data tereplikasi melengkapi mekanisme tersebut dengan menjaga ketersediaan data dan mengambil alih layanan ketika server utama gagal. Pencadangan penuh dan inkremental yang terjadwal, health check, pemantauan kinerja, serta pengujian pemulihan berkala diperlukan agar redundansi berfungsi secara efektif. Sintesis penelitian merekomendasikan arsitektur tiga lapis yang mencakup load balancer, server aplikasi tersinkronisasi, dan basis data tereplikasi dengan prosedur backup serta failover otomatis. Integrasi ini dapat mengurangi single point of failure, meningkatkan skalabilitas saat aktivitas akademik memuncak, dan menjadi dasar pengembangan infrastruktur SIMAK perguruan tinggi yang tangguh.