Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pengelolaan SDM dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di PUM AirNav Indonesia Denpasar Inas Nabila; A.A. Ayu Mirah Kencanawati; Putu Sandra Putri Astariani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan sumber daya manusia yang diterapkan pada Pelaksana Unit Management (PUM) AirNav Indonesia Cabang Denpasar, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja karyawan secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi selama kegiatan magang, wawancara semi-terstruktur dengan pihak yang terlibat dalam pengelolaan SDM, dan dokumentasi perusahaan. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan SDM dilaksanakan melalui perencanaan kebutuhan tenaga kerja berbasis analisis beban kerja, pengembangan kompetensi melalui program Learning and Development, penguatan komunikasi internal, pemanfaatan sistem digital SAP dan Insight, serta evaluasi kinerja yang terintegrasi. Strategi tersebut didukung oleh komitmen manajemen, budaya kerja kolaboratif, dan tersedianya program pengembangan kompetensi. Namun, implementasinya masih menghadapi keterbatasan jumlah pegawai, kebijakan pemenuhan tenaga kerja yang terpusat, koordinasi antarunit yang belum konsisten, keterbatasan anggaran, serta infrastruktur teknologi yang belum merata. Penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan SDM yang terintegrasi dapat meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan efektivitas kerja. Perusahaan disarankan memperkuat proyeksi kebutuhan tenaga kerja, pengembangan kompetensi berbasis teknologi, pengelolaan beban kerja, pembaruan infrastruktur digital, dan evaluasi kinerja berkelanjutan secara adaptif, terukur, dan konsisten.