Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kepribadian Proaktif, Kompensasi, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor Kecamatan Ciputat Timur Safira Azahra; Nor Lailla
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12583

Abstract

Kinerja pegawai pada organisasi pelayanan publik menentukan kualitas, kecepatan, dan akuntabilitas layanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepribadian proaktif, kompensasi, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada Kantor Kecamatan Ciputat Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert kepada seluruh 50 pegawai yang ditetapkan sebagai sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode sampling jenuh. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian valid dan reliabel serta model regresi memenuhi asumsi klasik. Kepribadian proaktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien regresi 0,391 dan nilai signifikansi 0,000. Kompensasi memiliki arah pengaruh positif dengan koefisien 0,046, tetapi tidak signifikan karena nilai signifikansi 0,592. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,662 dan nilai signifikansi 0,000, sekaligus menjadi variabel dengan kontribusi paling kuat. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, ditunjukkan oleh nilai F sebesar 184,438 dan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,923 menunjukkan bahwa 92,3% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kepribadian proaktif, kompensasi, dan kepuasan kerja, sedangkan 7,7% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan perilaku proaktif, sistem kompensasi yang tepat, dan peningkatan kepuasan kerja untuk mendukung kualitas pelayanan publik.