Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Kepemimpinan Digital terhadap Keterikatan Karyawan dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Mediasi pada Ekosistem Kerja Hybrid di PT Bangga Indonesia Mulia, Sidoarjo Dhea Marshelina; Romaldi Jabbar Rohkhmansyah; Wahyu Eko Pujianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12609

Abstract

Transformasi digital dan model kerja hybrid pascapandemi menghadirkan tantangan krusial bagi pemimpin dalam mempertahankan keterikatan karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan digital terhadap keterikatan karyawan dengan budaya organisasi sebagai variabel mediasi pada ekosistem kerja hybrid. Pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas diterapkan pada 215 karyawan PT Bangga Indonesia Mulia, Sidoarjo, yang menjalani model kerja hybrid minimal dua hari kerja jarak jauh per minggu. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4.0. Instrumen mencakup tiga konstruk utama: kepemimpinan digital (kompetensi teknis, komunikasi virtual, visi strategis, kecerdasan emosional digital, adaptabilitas), budaya organisasi (orientasi digital, kolaborasi, inovasi, kepercayaan dan otonomi), serta keterikatan karyawan (vigor, dedication, absorption). Hasil evaluasi model menunjukkan validitas konvergen dan diskriminan yang baik dengan seluruh loading factor > 0,70, Average Variance Extracted > 0,5, dan Composite Reliability > 0,8. Model struktural memiliki koefisien determinasi (R²) keterikatan karyawan sebesar 62,1% dan relevansi prediktif Q² 0,487. Pengujian hipotesis melalui bootstrapping 5.000 sampel ulang membuktikan bahwa kepemimpinan digital berpengaruh positif signifikan terhadap keterikatan karyawan secara langsung (β=0,284; p<0,05) maupun melalui mediasi budaya organisasi (β=0,282; p<0,05) dengan kategori mediasi parsial (Variance Accounted For = 49,8%). Kepemimpinan digital memiliki pengaruh terkuat terhadap budaya organisasi (β=0,572; p<0,05), dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap keterikatan karyawan (β=0,493; p<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa budaya organisasi berperan sebagai jembatan strategis yang menerjemahkan visi dan perilaku digital pemimpin menjadi pengalaman kerja bermakna sehari-hari, khususnya dalam konteks Indonesia yang berciri kolektivisme dan jarak kekuasaan tinggi.