Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Peningkatan Kualitas dan Nilai Jual Produksi Batik Palembang (Studi Kasus Toko Kasih Ibu Living Plaza Palembang) Marainisari Marainisari; Rina Dwi Wulandari; Hendri Nuralam
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12758

Abstract

Industri batik di Palembang memiliki potensi besar, tetapi pengembangannya masih menghadapi keterbatasan informasi pasar dan rendahnya kolaborasi antara perajin, komunitas, serta pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan memahami upaya peningkatan kualitas dan nilai jual batik Palembang, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menganalisis konsekuensinya bagi pengusaha batik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Kasih Ibu Living Plaza Palembang meningkatkan kualitas dan nilai jual produk melalui riset pasar, pengujian produk, penerapan standar operasional produksi, pengendalian mutu oleh tim QC, pelatihan tenaga kerja, pemilihan bahan berkualitas, teknik pewarnaan dan finishing yang tepat, penyediaan variasi ukuran, panduan perawatan, serta strategi pemasaran yang mencakup desain, warna, promosi, dan kemasan estetis. Faktor internal yang berpengaruh meliputi SOP, kontrol kualitas, kompetensi tenaga kerja, bahan baku, teknik produksi, dan informasi perawatan. Faktor eksternal mencakup tren permintaan, persaingan pasar, citra merek, rekomendasi sosial dan media, serta belum adanya sertifikasi eksternal. Peningkatan kualitas berdampak pada kebutuhan dokumentasi, monitoring, pengelolaan sumber daya, dan penjadwalan produksi yang lebih baik. Di sisi lain, langkah tersebut mampu mengurangi cacat produk, meningkatkan persepsi nilai, peluang penjualan, dan loyalitas pelanggan. Namun, pengusaha juga perlu mempertimbangkan biaya tambahan, efisiensi operasional, serta kemungkinan sertifikasi atau uji laboratorium untuk memperluas akses pasar dan memperkuat bukti kualitas produk.