Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Praktik Digital Manajemen Sumber Daya Manusia terhadap Perilaku Kerja Inovatif dengan Kepuasan Karyawan sebagai Pemediasi Studi Kasus pada Karyawan Perusahaan Swasta di Solo Raya Hisbullah Amir Ramadhan; Muhammad Yusuf Ariyadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12847

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong organisasi mengintegrasikan sistem digital dalam pengelolaan sumber daya manusia guna meningkatkan efektivitas kerja dan daya saing perusahaan. Implementasi Digital Human Resource Management Practices (Digital HRM Practices) mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih adaptif, transparan, dan efisien sehingga berpotensi mendorong Innovative Work Behavior. Namun, hasil penelitian mengenai hubungan Digital HRM Practices dan Innovative Work Behavior masih beragam, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan peran Employee Satisfaction sebagai variabel mediasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Digital HRM Practices terhadap Innovative Work Behavior serta menguji peran Employee Satisfaction sebagai variabel mediasi pada karyawan perusahaan swasta di Solo Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 251 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Digital HRM Practices berpengaruh positif dan signifikan terhadap Innovative Work Behavior dan Employee Satisfaction. Employee Satisfaction juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Innovative Work Behavior serta mampu memediasi secara signifikan hubungan antara Digital HRM Practices dan Innovative Work Behavior. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan Digital HRM Practices tidak hanya ditentukan oleh pemanfaatan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan meningkatkan kepuasan karyawan sehingga mendorong perilaku kerja inovatif. Penelitian ini menegaskan pentingnya Employee Satisfaction dalam memperkuat pengaruh Digital HRM Practices terhadap Innovative Work Behavior serta menjadi rujukan bagi perusahaan dalam merancang strategi digitalisasi sumber daya manusia yang mendukung budaya inovasi berkelanjutan.
Peran Mediasi Kepuasan Kerja dan Presenteeism terhadap Hubungan Antara Stres Kerja dan Intensi Turnover pada Generasi Z di Kabupaten Karanganyar Abdul Rosyid Daruqutni; Tyo Ara Prasetya; Najmudin Fa`iz Alghifari; Hisbullah Amir Ramadhan
OPTIMAL Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 6 No. 2 (2026): Juni: OPTIMAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/optimal.v6i2.10144

Abstract

The issue of turnover among Generation Z has become a particular concern in the world of work, especially in relation to the grand goal of the Golden Generation 2045. This study aims to examine the role of job satisfaction and presenteeism in the relationship between work stress and turnover intention among Generation Z in Karanganyar Regency. Using a quantitative approach and Structural Equation Modeling (SEM) analysis techniques based on SmartPLS, involving 87 Generation Z respondents working in several sectors. The results show that work stress has a significant effect on turnover intention through presenteeism and does not directly affect turnover intention. Meanwhile, job satisfaction can act as a retention factor to reduce turnover intention. These findings support Herzberg's two-factor theory and enrich the literature on Generation Z's work behavior, providing practical implications for human resource management in designing strategies to retain young employees. This study also highlights the importance of creating a work environment that supports mental health and work-life balance to reduce the risk of presenteeism and turnover.