Electrical Submersible Pump (ESP) merupakan salah satu sistem artificial lift yang banyak digunakan dalam industri minyak dan gas untuk meningkatkan produksi fluida pada sumur bertekanan rendah. Meskipun memiliki kapasitas produksi yang tinggi, sistem ESP rentan mengalami kegagalan akibat kondisi operasi yang kompleks seperti temperatur tinggi, tekanan tinggi, kandungan pasir, gas bebas, serta fluida korosif. Kegagalan komponen ESP dapat menyebabkan penurunan produksi, peningkatan biaya perawatan, serta downtime yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keandalan sistem ESP melalui identifikasi komponen kritis dan analisis risiko kegagalan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan pendekatan Risk-Based Inspection (RBI). Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur dan analisis sistem dengan mengidentifikasi komponen utama ESP, menyusun diagram pohon kesalahan, menghitung Probability of Failure (PoF), serta menentukan tingkat risiko berdasarkan kombinasi probabilitas dan konsekuensi kegagalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan sistem kelistrikan dan kondisi fluida sumur merupakan faktor dominan yang berkontribusi terhadap kegagalan sistem dengan probabilitas kegagalan sebesar 98,2%. Selain itu, penurunan kinerja pompa memiliki probabilitas kegagalan sebesar 97,8%, protector atau seal section sebesar 97,0%, serta motor listrik sebesar 96,4%. Analisis menunjukkan bahwa kabel daya, isolasi listrik, gas lock, scaling, dan produksi pasir merupakan penyebab utama yang memengaruhi keandalan operasi ESP. Berdasarkan hasil tersebut, strategi inspeksi berbasis risiko difokuskan pada komponen dengan tingkat risiko tinggi melalui pemantauan parameter operasi seperti arus listrik, tegangan, temperatur, getaran, dan karakteristik fluida sumur.