Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ProHire Solustions: Platform untuk Meningkatkan Efisiensi Rekrutmen Tenaga Kerja Imel Putri Divia Pratama; Vincencia Oktafiani Saputra; Rochman Abdurohman
JOURNAL OF BUSINESS STUDIES Vol 11, No 1 (2026): JURNAL STUDI BISNIS
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai sektor bisnis telah mengalami perubahan sebagai akibat dari kemajuan teknologi digital, yang termasuk perubahan dalam proses pengambilan tenaga kerja. Proses rekrutmen konvensional masih dikritik karena banyak masalah, seperti waktu seleksi yang lama, biaya operasional yang tinggi, dan kurangnya kandidat yang memenuhi persyaratan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana gagasan technopreneurship diterapkan pada ProHire Solutions, sebuah startup berbasis teknologi yang didirikan sebagai platform digital yang memungkinkan perusahaan untuk menghubungkan pencari kerja dengan cara yang lebih efisien. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) digunakan untuk membandingkan model bisnis ProHire Solutions dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ProHire Solutions memiliki banyak keunggulan, termasuk kemudahan proses rekrutmen, efisiensi waktu dan biaya, dan penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan layanan. Menurut analisis SWOT, startup ini memiliki peluang untuk berkembang seiring meningkatnya permintaan untuk layanan rekrutmen online. Namun, mereka menghadapi masalah seperti persaingan dengan platform yang lebih terkenal, kekurangan sumber daya, dan pentingnya melindungi data pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa strategi pengembangan yang disarankan adalah optimalisasi pemasaran digital, peningkatan keamanan data, kerja sama dengan perusahaan dan lembaga pendidikan, dan pengembangan fitur berbasis Artificial Intelligence (AI). Diharapkan bahwa penelitian ini akan menjadi rujukan untuk pengembangan startup berbasis technopreneurship, khususnya dalam bidang rekrutmen digital.
Bijak Bermedia Sosial: Menjadi Pengguna Internet yang Cerdas Vincencia Oktafiani Saputra; Rizki Al Abyad Syah Doa; Dony Mario Ayorbaba; Frengki Pernando; Yudha Aditya Nugraha
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 10 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i10.4338

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat telah mengubah pola komunikasi dan interaksi masyarakat melalui penggunaan media sosial. Namun, meningkatnya penggunaan media sosial juga menimbulkan berbagai risiko digital, seperti penyebaran informasi palsu, penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi, serta rendahnya etika dalam berkomunikasi di ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai literasi digital, etika digital, dan keamanan digital agar mampu menggunakan internet secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi interaktif kepada sekitar 20 orang ibu-ibu warga RW 014 RT 02 dengan pendekatan penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Materi yang diberikan meliputi etika bermedia sosial, kemampuan menyaring informasi, perlindungan data pribadi, keamanan akun, pengelolaan kata sandi, serta kewaspadaan terhadap ancaman penipuan digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif dan berpartisipasi aktif selama proses diskusi. Kegiatan ini membantu meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya memeriksa informasi sebelum membagikan, menjaga keamanan data pribadi, serta menerapkan komunikasi yang etis di media sosial. Namun, kegiatan belum menggunakan instrumen pre-test dan post-test sehingga peningkatan pemahaman peserta belum dapat diukur secara kuantitatif. Kesimpulan kegiatan menunjukkan bahwa edukasi literasi digital berbasis masyarakat diperlukan untuk membentuk pengguna internet yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab.