Gangguan kualitas tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh ibu hamil primigravida akibat perubahan fisiologis dan psikologis selama kehamilan. Kualitas tidur yang buruk dapat berdampak pada kesehatan ibu maupun janin. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur adalah deep breathing exercise. Mengetahui pengaruh pemberian deep breathing exercise terhadap kualitas tidur pada ibu hamil primigravida di wilayah kerja Puskesmas Gatak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Jumlah sampel awal sebanyak 33 ibu hamil primigravida, namun 3 responden mengalami drop out, sehingga jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 30 responden. Intervensi berupa deep breathing exercise diberikan selama 3 hari berturut-turut pada sore hari. Pengukuran kualitas tidur dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum pretest dan sesudah posttest intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan intervensi, seluruh responden (100%) memiliki kualitas tidur dalam kategori buruk. Setelah diberikan deep breathing exercise, sebanyak 14 responden (46,7%) memiliki kualitas tidur dalam kategori baik dan 16 responden (53,3%) masih berada dalam kategori buruk. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -4,596 dengan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil effect size diperoleh nilai r = 0,84, yang menunjukkan bahwa deep breathing exercise memiliki pengaruh yang kuat terhadap peningkatan kualitas tidur pada ibu hamil primigravida.