This Author published in this journals
All Journal Jurnal Edukasi
Farhan Fajar Pratama
Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksplorasi Kepuasan dan Preferensi Mahasiswa terhadap Konseling Digital Berbasis Teks: Studi Single-Blind pada Layanan Manusia, AI, dan Hybrid Kmas M. Eka Fhitrah; Muhaimin Abdillah; Arif Sugianto; Muhammad Ilham Akbar; Nanda Alfan Kurniawan; Farhan Fajar Pratama
Jurnal Edukasi Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/edu.v4i3.802

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kepuasan dan preferensi mahasiswa terhadap layanan konseling digital berbasis teks pada tiga model layanan, yaitu konselor manusia, AI/perantara, dan hybrid manusia-AI. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan convergent parallel, di mana komponen kuantitatif berupa repeated measures (within-subject) dikombinasikan dengan pendekatan single-blind. Data dikumpulkan melalui dua gelombang praktik e-counseling berbasis teks, dengan rotasi kondisi layanan antargelombang untuk mengontrol variasi antar penyedia layanan. Partisipan penelitian berjumlah 62 mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling yang masing-masing mengevaluasi ketiga kondisi layanan. Data kepuasan dianalisis menggunakan uji Friedman, data preferensi dianalisis secara deskriptif, dan data kualitatif (alasan skor dan kendala) dianalisis secara tematik dengan pemetaan eksplisit terhadap kondisi layanan pada masing-masing gelombang. Hasil uji Friedman menunjukkan tidak terdapat perbedaan kepuasan yang signifikan antarkondisi, χ²(2) = 1.460, p = 0.482, dengan Kendall’s W = 0.012. Meskipun demikian, data preferensi menunjukkan bahwa layanan manusia paling banyak dipilih sebagai sumber kenyamanan emosional (38,7%), diikuti AI/perantara (33,9%) dan hybrid (27,4%). Temuan tematik mengindikasikan bahwa konselor manusia unggul dalam kehangatan relasional, AI/perantara cenderung dipersepsikan kaku dan menyerupai chatbot, sedangkan layanan hybrid paling banyak dikeluhkan terkait kelambatan respons, yang diduga terkait dengan kompleksitas koordinasi antara agen manusia dan sistem AI serta potensi beban kognitif tambahan (digital offloading) pada konselor manusia. Temuan ini mendukung common factors theory dan menegaskan bahwa pengalaman konseling digital bersifat multidimensional serta tidak dapat disamaratakan lintas medium layanan.