Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penguatan Keterampilan Wirausaha melalui Pelatihan Canva untuk Membentuk Branding Usaha untuk Pendidikan Kesetaraan PKBM Bunda Norhidayat Norhidayat; Aisyah Trees Sandy; Mustangin Mustangin; Fahrul Hidayat; Muhammad Ilham Akbar B; Husnawati Husnawati; Muhammad Rizki
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2690

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan mitra PKBM Bunda Samarinda terkait penguatan kompetensi warga belajar dan tutor Pendidikan Kesetaraan dalam aspek branding usaha, khususnya pembuatan logo sebagai identitas visual yang penting dalam pemasaran produk. Selama ini, kegiatan kewirausahaan di PKBM lebih banyak berfokus pada pelatihan produksi dan belum mencakup kemampuan merancang identitas usaha yang sederhana, mudah dibuat, dan relevan dengan kebutuhan wirausaha pemula. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk memberikan pelatihan teknis pembuatan logo berbasis aplikasi Canva, sebuah alat desain digital yang praktis dan mudah diakses oleh pengguna pemula. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, implementasi, dan evaluasi yang mencakup penyusunan modul dan media pembelajaran, pemberian materi pendahuluan mengenai konsep dasar branding, demonstrasi penggunaan Canva, praktik pembuatan logo, serta pendampingan langsung kepada peserta selama proses desain. Kegiatan juga dilengkapi dengan pretest–posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, serta observasi performa untuk menilai kemampuan praktik mereka. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya logo berdasarkan skor pretest dan posttest. Selain itu, berdasarkan observasi praktik diketahui bahwa peserta dapat menyelesaikan pembeuatan logo dengan canva sesuai dengan tahapan – tahapan yang telah dipaparkan sebelumnya.
Kebebasan Belajar, Pembelajaran Konstruktif, dan Kemandirian Belajar dalam Mengembangkan Keterampilan Pemecahan Masalah: Studi Kualitatif Warga Belajar Pendidikan Kesetaraan Savira Puspitasari; Muhammad Ilham Akbar
Edukhasi: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/jip.v4i2.651

Abstract

Equivalency education programs play a crucial role in expanding access to education and supporting human development among adult learners in non-formal settings, particularly within the context of the Global South. This qualitative study explores how learning freedom, constructivist learning, and self-directed learning contribute to the development of problem-solving skills among adult learners in equivalency education programs in Greater Malang, Indonesia, with self-control examined as a mediating learning process. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving adult learners, tutors, and program managers in selected Community Learning Centers. The findings indicate that learning freedom enhances learners’ motivation and relevance by enabling them to align learning activities with real-life needs. Constructivist learning practices facilitate active meaning-making through dialogue, reflection, and collaborative problem-solving, while self-directed learning strengthens learners’ responsibility and persistence within flexible learning environments. Self-control emerges as a central regulatory process that enables learners to manage emotions, sustain engagement, and make reflective decisions during problem-solving activities. This study contributes to the literature on educational development by demonstrating how learner-centered pedagogy and internal regulatory processes interact to support problem-solving skills in non-formal equivalency education. The findings offer implications for the design of equivalency education programs aimed at fostering learner autonomy, lifelong learning, and adaptability in the workforce.
Model Pemberdayaan Perempuan Berbasis Pendidikan Nonformal Melalui Program Bank Sampah Bunda Di Desa Bangun Rejo Rabiatul Adawiyah; Mustangin Mustangin; Arif Sugianto; Muhammad Ilham Akbar
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 26 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/myqrsv80

Abstract

This study aims to examine the model of women's empowerment based on non-formal education through the Bunda Waste Bank Program in Bangun Rejo Village. The research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection was carried out through observation, interviews, and document studies. Data analysis uses Miles and Huberman's interactive model which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawn, with data validity maintained through source triangulation and triangulation techniques. The results of the study show that the women's empowerment model in this program is studied using five stages, namely preparation, social mapping, planning, implementation, and evaluation. The main characteristic of the model lies in a participatory and contextual approach that allows women to be actively involved in the learning process and program management. This research shows that the Bunda Waste Bank Program can be an example of an adaptive, participatory, and sustainable community empowerment model.
Pengaruh Motivasi terhadap Kepuasan Relawan melalui Experiential Learning pada Komunitas Prinsip.id Muhammad Ilham Akbar B; Muh Yusuf Kamaruddin; Adilah Sabir; Husnawati
Journal of Millennial Community Vol. 8 No. 1 (2026): Maret - Journal of Millennial Community
Publisher : Universitas Negeri Medan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmic.v8i1.67919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi terhadap kepuasan relawan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui experiential learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yakni desain eksplanatori dengan populasi mahasiswa yang tergabung menjadi relawan pada komunitas mengajar Prinsip.id, dalam rentang tahun 2023-2024 sebanyak 153 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan rumus slovin dan margin kesalahan 10%. Model yang digunakan dalam penelitian adalah model uji mediasi dengan memanfaatkan analisis PLS-SEM (Partial Least Squares Structural Equation Modeling). Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap experiential learning. Experiential learning juga terbukti secara signifikan dan positif memengaruhi kepuasan relawan. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya pengembangan program yang dapat mewadahi experiential learning relawan secara lebih masif.
Eksplorasi Kepuasan dan Preferensi Mahasiswa terhadap Konseling Digital Berbasis Teks: Studi Single-Blind pada Layanan Manusia, AI, dan Hybrid Kmas M. Eka Fhitrah; Muhaimin Abdillah; Arif Sugianto; Muhammad Ilham Akbar; Nanda Alfan Kurniawan; Farhan Fajar Pratama
Jurnal Edukasi Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/edu.v4i3.802

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kepuasan dan preferensi mahasiswa terhadap layanan konseling digital berbasis teks pada tiga model layanan, yaitu konselor manusia, AI/perantara, dan hybrid manusia-AI. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan convergent parallel, di mana komponen kuantitatif berupa repeated measures (within-subject) dikombinasikan dengan pendekatan single-blind. Data dikumpulkan melalui dua gelombang praktik e-counseling berbasis teks, dengan rotasi kondisi layanan antargelombang untuk mengontrol variasi antar penyedia layanan. Partisipan penelitian berjumlah 62 mahasiswa semester tiga Program Studi Bimbingan dan Konseling yang masing-masing mengevaluasi ketiga kondisi layanan. Data kepuasan dianalisis menggunakan uji Friedman, data preferensi dianalisis secara deskriptif, dan data kualitatif (alasan skor dan kendala) dianalisis secara tematik dengan pemetaan eksplisit terhadap kondisi layanan pada masing-masing gelombang. Hasil uji Friedman menunjukkan tidak terdapat perbedaan kepuasan yang signifikan antarkondisi, χ²(2) = 1.460, p = 0.482, dengan Kendall’s W = 0.012. Meskipun demikian, data preferensi menunjukkan bahwa layanan manusia paling banyak dipilih sebagai sumber kenyamanan emosional (38,7%), diikuti AI/perantara (33,9%) dan hybrid (27,4%). Temuan tematik mengindikasikan bahwa konselor manusia unggul dalam kehangatan relasional, AI/perantara cenderung dipersepsikan kaku dan menyerupai chatbot, sedangkan layanan hybrid paling banyak dikeluhkan terkait kelambatan respons, yang diduga terkait dengan kompleksitas koordinasi antara agen manusia dan sistem AI serta potensi beban kognitif tambahan (digital offloading) pada konselor manusia. Temuan ini mendukung common factors theory dan menegaskan bahwa pengalaman konseling digital bersifat multidimensional serta tidak dapat disamaratakan lintas medium layanan.