Syafriani Syafriani
Prodi Kesehatan Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Tingkat Aktivitas Fisik dengan Tingkat Stres Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Bangkinang Kota Tahun 2024 Fitri Aulia; M. Nizar Syarif Hamidi; Syafriani Syafriani
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v1i3.28

Abstract

Transisi dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan fase penting dalam perkembangan remaja yang sering kali disertai stres akibat tuntutan akademik, sosial, dan penyesuaian dengan kurikulum kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan tingkat stres pada siswa kelas X di SMKN 1 Bangkinang Kota. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross-sectional, melibatkan 187 responden. Hasil menunjukkan bahwa siswa dengan aktivitas fisik ringan memiliki persentase stres berat lebih tinggi (8,0%), sedangkan siswa dengan aktivitas fisik berat memiliki tingkat stres yang lebih rendah (2,7%). Uji statistik chi-square menghasilkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan tingkat stres. Mayoritas siswa memiliki tingkat aktivitas fisik berat dan berada pada kategori stres sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik berperan dalam menurunkan tingkat stres siswa, dan pentingnya menjaga aktivitas fisik sebagai bagian dari strategi pengelolaan stres pada masa transisi pendidikan.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Benign Prostatic Hyperplesia (BPH) di RSUD Bangkinang Khoirul Budiman; Muhammad Nurman; Syafriani Syafriani
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v2i1.49

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia, sering sekali di sebut sebagai pembesaran prostat jinak, BPH menyebabkan kesulitan buang air kecil atau retensi urin, yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Gejala lainnya termasuk nyeri saat buang air kecil, urin berdarah, nyeri saat ejakulasi, cairan ejakulasi berdarah, gangguan ereksi, nyeri di pinggul, dan pembesaran kelenjar prostat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan dengan kejadian BPH Di Klinik Urologi RSUD Bangkinang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 434 dan sampel pada penelitian ini berjumlah 208 dengan taknik random sampling alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa uji chi square. Hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara usia dengan kejadian BPH dengan p value = 0,015 (p ≤ 0,05)  yang berarti usia >50 tahun tahun berisiko 3 kali lebih besar mengalami kejadian BPH dibandingkan 35-50 tahun. Dan di dapatkan ada hubungan antara riwayat DM dengan kejadian BPH dengan diperoleh p value = 0,019 (p≤0,05) yang berarti responden yang tidak memiliki riwayat DM berisiko 2 kali lebih besar mengalami kejadian BPH dibandingkan yang memiliki Riwayat DM. Dan didapatkan hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian BPH diperoleh p value = 0,016 (p≤0,05) yang berarti responden yang memiliki kebiasaan merokok berat berisiko 2 kali lebih besar mengalami kejadian BPH dibandingkan yang tidak memiliki kebiasaan merokok ringan/tidak. Diharapkan kita semua dapat menghindari hal-hal berhubungan dengan kejadian BPH dengan cara berhenti merokok dan melakukan pola hidup sehat.